Liputan Kelas Masak Sosial di Panti Asuhan Anni’mah.

Hi good readers, Salam sehat dan damai sejahtera untuk kita semua.

Kembali Belinda hadir di sini berbagi liputan mengenai kelas masak sosial Food For All Indonesia yang diadakan pada Sabtu, 24 Februari 2018. Bertempat di Panti Asuhan Anni’mah, Jl. Hasan No.27, Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur.

Puji Tuhan dalam belanja bahan kali ini, tidak ada bahan yang terlupakan dibeli dan pagi hari di hari H saya seperti event-event terdahulu tidak lupa membawa bahan basah yang ada dikulkas.

Berikut juga saat saya harus loading peralatan masak backup milik saya pribadi untuk dipergunakan oleh Sahabat Misi yang lupa membawa peralatan atau untuk membantu yang tidak memiliki, bisa pinjam pakai untuk kelancaran acara.

Seperti event terdahulu, kali ini saya pun belanja bahan untuk keperluan kelas masak diantar oleh Om saya bapak Jhony Herman Sompotan.

Rute yang saya tempuh hari itu adalah ke Bank mengambil dana urunan yang ditransfer Sahabat Misi untuk belanja bahan yang akan dimasak bersama dengan ibu-ibu Sahabat Misi yang dapat hadir di kelas masak dan anak-anak panti asuhan yang kami kasihi.

Rute kedua adalah ke Diamond Supermarket di Mal Artha Gading. Di tempat inilah saya biasa membeli bahan segar. Sementara untuk bahan kering biasanya saya akan memilih Tip Top Supermarket yang terletak di Pondok Bambu. Kali ini untuk menghemat waktu baik bahan basah maupun kering saya belanjakan di satu tempat.

Sehabis belanja di Diamond Supermarket saya makan siang dahulu di food court depan supermarket. Makan siang agak telat waktu itu. Baru saja saya memulai makan siang saya, adik saya menelepon tidak bisa menjemput anak saya di sekolah.

Jadilah saya ngebut makan segera menuju Rute ketiga untuk membeli Kurma di Thamra, Jl.Radin Inten 2, pilihan saya jatuh pada Ruthob Iran. Banyak daging buahnya kecil sekali bijinya. Bahkan saya menemukan ada yang tidak berbiji. Harga kurma ini Rp.10.000,- per 100gr nya.

Karena masih ada waktu, saya memutuskan meneruskan ke rute keempat yaitu Total Buah Supermarket di Kalimalang untuk membeli Kiwi Gold dan Mangga. Namun sayang buah mangga di sana belum matang, sementara untuk bisa membuat menu dessert esok hari di kelas masak sebaiknya yang matang yang dipergunakan. Akhirnya setelah diskusi dengan Chef Erlina, diputuskan buah itu digantikan dengan Apple Washington Lengkeng.

Dari sana saya segera menjemput anak saya di sekolahnya. Lalu kami pergi ke tempat pengetikan untuk mengeprint dan fotocopy resep kelas masak esok.

Lalu mencari gelas puding ukuran 100ml di toko bahan kue dan plastik. Sayangnya, Nutrijel Vla instant di sana ternyata habis, jadi saya pergi mencari di Giant Supermarket Pondok Kopi, sekalian belanja air minum mineral untuk Sahabat Misi besok yang hadir.

Sekalian mencari Beras 5kg yang harganya sesuai budget estimasti pengeluaran. Untuk diberikan kepada pihak panti. Karena di Giant tidak ada, saya pergi mencari di Alfa mart. Baru kembali pulang ke rumah.

Sahabat Misi yang kali ini terlibat dalam pendanaan, secara urunan adalah sebagai berikut:
Kiky Damayanti
Heni Nino
Tamita Wibisono
Estri
Listrya Satyavitri
NN
Yuni Sutardi
Murijati
Rasidah
Julidar Simorangkir
Sri Hartati
Fitriani Siregar
Inaz
Okta Pangestu
Fransisca Wiwiek S
Dian Faiza

Saya dan Chef Erlina pun terlibat dalam pendanaan untuk membeli bahan.

Selain itu ada donasi dari Ibu Juriyah Ismi. Besarnya tidak saya jelaskan di sini. Bukti semua saya print out dan filekan dalam arsip kami. Bila mau melihat silahkan kujungi rumah saya. Dengan senang hati transparasi akan saya buka, demi menjaga nama baik saya yang sudah diamanahkan sejumlah dana oleh Sahabat Misi.

Laporan pemasukan dan pengeluaran dana adalah sebagai berikut:

Rp.1.593.250,- adalah sisa dana event kedua dan ketiga.
Ditambah dana urunan dan donasi yang masuk event keempat Rp.2.250.000,- Total petty cash yang ada adalah Rp.3.843.250,-.

Keluar untuk:
Beli 5 buah Kenmaster kompor portable Rp.1.000.000,-. Uang pembelian untuk kompor ini, bila Allah berkenan, kelak bila saya dipercayakan Allah berkat lebih, akan saya tukerkan dari uang saya pribadi. Dan akan saya laporkan di artikel blog saya bila sudah kejadian. Mengapa saya memutuskan untuk menggantikan? Agar ada dana tambahan untuk mengakomodir event berikutnya. Jadi 5 kompor ini bila nanti tergantikan, kepemilikannya menjadi milik saya untuk dipergunakan sebagai bantuan kelas masak sosial amal Komunitas Food For All Indonesia.

Ditambah, Belanja bahan event keempat total keluar dana Rp.1.827.200,- Total dana yang terpakai adalah Rp. 2.827.200,-. Untuk foto bahan yang dibeli beserta bon belanja dapat filihat juga di Album Event 4 di Facebook Fanpage Food For All Indonesia.

Dengan demikian dana petty cash Rp.3.843.250,- dikurang Rp.2.827.250,- maka sisa dana event ke ketiga dan event keempat adalah Rp.1.016.050,-. Sisa dana ini akan kami tabung untuk membantu keperluan event kelima yang akan diadakan April 2018, untuk tanggal menyusul sesuai jadwal Ibu Erlina Susanto selaku Chef yang akan mengajar. Bertempat di Perumahan Gading Griya Lestari, Jl. Cemara 2, Blok i.3 No.2, Pegangsaan 2, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Yuk yang mau terlibat baik langsung maupun dari jauh di event berikutnya bisa hubungi saya. Book your seat sebelum kehabisan.

Oh ya Bapak-bapak yang hobi masak boleh juga loh ikutan. Dalam event keempat kemarin kami dibantu oleh suami dari Ibu Inaz. Terima kasih ya Pak. Berkat Bapak kami punya tambahan foto kenang-kenangan. Dan kami dibantu ingatkan peralatan kami setelah memasak sehingga Tiada satupun tertinggal atau terbawa milik Panti. Ibu-ibu yang tidak bisa masak jangan sungkan, disinilah tempat ibu belajar dengan biaya relatif murah, terjangkau. Selain mendapat ilmu masak dan koordinasi juga kekompakan grup, punya variasi menu untuk dimasak di rumah bagi keluarga ibu tercinta, bisa nambah teman, dann….yang terutama dapat sukacita dari memberi.

Kami membuka talent yang mungkin tidak bisa menyumbang dana, tapi bersedia memberikan tenaga untuk membantu di hari H. Bisa berupa kepandaian mengambil foto dari smartphone kamera, bantu mengawasi area masak dan logistik bahan serta peralatan.

Juga bagi ibu-ibu yang punya bakulan kue rumahan, boleh juga sumbangin kuenya untuk diberikan kepada anak panti asuhan ada 90 anak dan pengurus ada 15 orang = 105 orang. Bila untuk diberikan ibu-ibu yang akan memasak untuk sarapan biar kuat menopang acara ada 36 orang.

Kesan saya dari event keempat di Panti Asuhan Annimah ini. Tentunya senang ya. Acara masak berjalan sempurna sesuai waktu. Kita kelar masak 11.30 on time. Tepat jam 12.00 WIB kita makan siang bersama.

Ini hasil masakan kami hari ini, Soto Jamur Telur Puyuh, Nugget Jagung isi Kepiting dan Sorbet Buah Kurma.

Tidak ada satupun Sahabat Misi maupun anak panti yang mendapat kecelakaan waktu di area masak. Sinergi terjalin indah, penuh canda tawa dan sukacita waktu kami proses masak bersama. Allah melindungi kami sempurna.

Meski diawal saya dan Chef sedikit bingung. Karena hingga pukul 9.30 WIB seolah kami tamu tak diundang main masuk rumah orang dan main mau masak-masakan di rumah orang.

Anak-anak dan salah satu pengurus yang mengetahui kedatangan kami tidak menemani kami. Hanya beberapa anak panti yang antusias. Panti ini seperti tidak berpenghuni. Tidak ada antusias menerima kami, entah mungkin malu atau memang menunggu instruksi dari Pak Edie baru berani bergerak. Jadi sembari saya dan Chef menunggu ibu-ibu yang akan memasak datang, kami bingung kepada siapa harus kami koordinasi meminta tambahan meja jika Pak Edie ketua yayasan tidak ada.

H-2 saya sudah komunikasi dengan Pak Edie. Satu bulan yang lalu pun saya sudah kulonuwun bicara langsung dengan beliau, untuk membicarakan event ini dan menanyakan kesediaan beliau menerima atau tidak menerima kunjungan kami. Saat itu kami sepakati kerjasama event. Dimana panti bersedia menjadi tempat acara yang akan menyediakan 5 meja untuk 5 grup masak dan kemungkinan bantuan pinjaman alat masak seperti baskom sedang,mangkuk dan lain sebagainya bila diperlukan.

Saya yakin tentu Pak Edie sudah meneruskan perihal ini kepada seluruh stafnya dan anak di panti. Khususnya pengurus dapur. Dan ini ada “misscom” dalam internal.

Anak-anak panti yang sudah antusias dekat dengan kami dari awal seolah tidak berani pinjam alat yang kami butuhkan ke dapur. Wuah ini pasti mereka takut kesalahan sama ibu dapur. Om saya yang kebetulan melihat dan mendengar mengkonfirmasi mengenai ini. Semoga Pak Edie mengetahui mengenai ini kelak. Kasian anak-anak disana kalau dapur panti ada penguasa yang ditakuti.

Saya jadi kepikiran, bagaimana kalau ada anak yang sakit? Atau ada anak yang membutuhkan makanan ektra mungkin bukan pada jam makan suang dan malam? Akankah mereka dimasakkan bubur ketika sakit dan diberikan makanan tambahan ketika lapar diluar jam makan utama? Mereka kan masa pertumbuhan, wajar saja kalau mereka satu dua kali mungkin membutuhkan makanan ektra.

Berarti event berikutnya saya harus titip pesan sponsor nih, agar pemilik Yayasan memberitahu staf dapurnya untuk mau bekerjasama dengan kami.

Ibu ini seperti kepo apa yang akan kami masak dan ingin mengawasi mangkuk yang kami pinjam. (Ngapain juga ya kami Sahabat Misi F4AI mengambil barang panti. Wong niat kami kesini baik-baik. Masa kami yang sudah diberkati mau klepto milik panti sih? ). Akhirnya ibu ini ikutan bantu memasak menu kedua. Wajahnya jutek abis tidak ada senyum 🤔. Tepat sebelum acara makan dimulai dan sebelum kehadiran Pak Edie, ibu ini sempat menghampiri Sahabat Misi meminta sisa Soto Ayam Telur Puyuh ditinggalkan. (Dalam hati: Lah emang biasa kita begitu bu. Habis masak kita mah teng go). Makan bersama cuma skedar. Karena yang masak umumnya udah kenyang baunya 😄.

Berbeda sekali dengan panti kemarin. Waktu saya kunjungan proposal kerjasama di P.A.Harapan Remaja ada anak laki-laki SMA yang tampak sukacita sedang memasak sepulang sekolah dan pihak dapur memberi ijin bumbu dapur, bahan seperti telur, sayur bahkan memberi kebebasan untuk diolah anak tersebut. Saya pribadi menjadi saksi ibu dapur sempat menawarkan jasanya untuk masakin anak itu, namun anak itu menolak dengan dalil sudah besar dan tak ingin merepotkan. Kedua pihak tampak iklas. Begitupun di hari H event, ada anak yang harus bertanding ketika saya sampai tidak bisa ikut acara makan bersama, karena harus pergi bertanding pencak silat, mereka sudah makan lebih dulu. Dibuatkan ibu dapur sebagai sarapan pagi mereka. Benar-benar saya melihat anak disana terurus dengan baik.

Saya berdoa semoga anak-anak yang tinggal di panti ini dapat sukacita, sejahtera, benar-benar terurus baik dan dirawat dengan kasih sayang.

Untuk ketua Yayasan panti asuhan dimanapun kalian berada saat ini yang membaca artikel saya. Sering-seringlah sidak ke dapur panti. Cek logistik, jangan sampai anak-anak yang dijadikan tameng. Cek ke anak-anak, bagaimana anak panti selama anda pergi walau hanya 15 menit keluar panti.

Kehadiran Pak Edie tepat sebelum acara makan dimulai mulai terasa suasana lebih nyaman. Anak-anak tampak ada kelegaan, seperti seorang ayah yang mengasihi adil telah pulang ke rumah. Saya merasakan euphorianya. Keep up the good work Pak Edie. Semoga Bapak dan keluarga, juga seluruh staf dan keluarganya diberkati, khususnya anak yatim piatu di yayasan Bapak diberkati. Amin.

One Comment Add yours

  1. Bahagia melihat anak-anak panti senang, Mbak

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s