Liputan Kelas Masak Sosial Amal Komunitas Food For All Indonesia di P.A Harapan Remaja.

Hi good readers. Salam sehat dan damai sejahtera bagi kita semua.

Kembali Belinda ingin berbagi kisah mengenai kegiatan saya bersama Sahabat Misi Komunitas Food For All Indonesia pada Sabtu, 27 Januari 2018 lalu di Panti Asuhan Harapan Remaja. Jl. Tenggiri No.37, Rawamangun, Jakarta Timur.

Buat yang belum tahu siapa kami, sejarah terbentuk, visi misinya, bisa baca artikel ini: Komunitas Food For All Indonesia

Untuk yang mau tahu kegiatan kami seperti apa bisa lihat artikel ini Liputan Kelas Masak Sosial Amal Komunitas Food For All Indonesia Perdana

Sebelum survey tempat, saya mencoba mengabari melalui pesan singkat whatsapp, dari nomer handphone yang tertera di website. Yang membalas pesan saya saat itu adalah Ibu Vita salah satu staf Yayasan. Segera saya minta waktu untuk dapat bertemu langsung menjelaskan kepada pihak Panti. Saat itu saya disambut hangat oleh Ibu Vita dan Pak Nurdin. Setelah menjelaskan sedikit mengenai dan mekanisme kelas masak sosial kami. Disepakatilah tanggal tersebut kerjasama event kami.

Estimasi dana yang dibutuhkan di event ini adalah sebagai berikut:

Total budget bahan Rp.2.688.000,-untuk membuat 3 resep menu 448rb/per grup. 1 grup terdiri 4 orang. Ada 24 orang yang di kita butuhkan terlibat dalam acara ini baik dari jauh ataupun yang terlibat langsung.

Perlengkapan tambahan: Piring plastik Mangkuk sup plastik Sendok & garpu. wadah puding 100 ml 100 buah sendok pudding 100 buah, 6 isi gas portable 90rb Total budget perlengkapan 210 rb

Budget tambahan: beras 5kg 75 rb, Aqua gelas, kebersihan & keamanan 15rb, print fotocopy 7rb = Total 100rb

Total biaya diperlukan 3.048.000 : 26 org (termasuk saya dan Chef) = Rp.113.000,- dibulatkan dan disepakati Rp.140.000/orang. Bahkan saya yang sudah bekerja bagian logistik bahan maupun peralatan selain mengurus administrasi dan Chef yang sudah memberi ilmu pun turut urunan. Jadi adil semua terlibat pendanaan, tenaga dan peralatan.

Peralatan yang dipersiapkan untuk setiap grup adalah sebagai berikut:

Panci 9 l , 1 buah. Saya bawa 1 ukuran 4 liter.

1 buah Kompor portable. Saya bawa 1 buah. Pinjaman milik ibu saya. Pisau & gunting @2 bh Talenan, 2 buah. Saya membawa 7 buah talenan kayu kecil. Pemberian Ibu Dini pada event lalu. Selain 3 keranjamg rotan pemberiannya. Wajan cekung uk sdg, sdk wajan 1 bh tong penjapit, 1 bh. Sendok soup bsr atau centong 2 bh Baskom sdg, 3 bh. Saya bawa 2 buah. Piring, Mangkok 2 bh Sendok garpu. 5 bh Rolling pin atau gelas polos utk menggiling, 2 bh. Saya bawa 1 buah. Plastik uk 2 kg, 5 lbr 1 dus Tusuk gigi. 1 buah Silikon Mat. Saya bawa 1. 1 buah Nampan. Untuk nampan saya bawa 6 buah.

Saya membawa semua itu untuk mensiasati ada yang lupa bawa barang di hari H disamping 8 pirex beling & 1 wadah besar untuk wadah lauk. In case P.A tidak memiliki wadah lauk, 6 buah apron, 1 buah roll up standing banner, table runner, vas bunga, pajangan lain yang biasa saya siapkan untuk dekorasi.

Daftar yang ikut partisipasi urunan acara kali ini seperti dilansir di Sosial Media saya terdahulu :

Grup1: 1. Riska Andini 2. Listrya Satyavitri 3. Fiki Maulani 4. Rini Kartika

Grup 2: 5. Istiqomah 6. Dewi 7. Sri Ditwira 8. Estri

Grup 3: 9. Yulia Merika 10. Julidar⁩ 11. Juriyah Ismi⁩ 12.Sri Hartati⁩

Grup 4. 13.Tri Kusumawati 14.Fransisca Wiwiek S 15.Irma Malihah 16. Eka Ambarsari

Grup 5 & 6. 8 orang tidak terpenuhi. 3 diantaranya berhalangan ikut.

Untuk jumlah urunan berbeda. Kami sepakati pembukuan diketahui internal tidak dipublish ke umum karena kami tetap apresiasi yang hanya mampu urunan dibawah kesepakatan. Kami yakini yang bersangkutan di lain waktu ada kesempatan dan berkat, tentu akan menutupi kekurangannya. Karena orang yang berintegritas tentu tahu kewajibannya. Wajib patungan Rp.140.0000,- Tentu bila kurang Rp.40.000,- akan menyusul kekurangannya. Bagaimana yang memberi lebih dari jumlah semestinya? Karena itu keiklasan masing-masing, penggunaannya sesuai amanah atau hasil kesepakatan bersama. Dalam hal ini, prioritas kami adalah tabungan pengadaan alat masak inti.

Bisa dibilang untuk event ke-3 ini 90% teman-teman saya, ada yang saya kenal lama dari Komunitas Langsung Enak dan Komunitas Wajah Bunda Indonesia lah yang selalu setia mendukung acara kelas masak sosial amal Komunitas Food For All Indonesia. Kali ini saya juga didukung sahabat kuliah Hukum saya dari jauh yaitu Bu Rini Kartika. Dari Chef Erlina, Bu Fransisca Wiwiek S yang selalu setia ikut di 3 event kami. Semoga kedepannya, makin banyak teman-teman Chef dapat terlibat.

Mengingat perbicangan awal kami dalam pendirian komunitas ini kerja tim sangat diperlukan, adil terlibat dari mikirin terpenuhinya kuota, pendanaan, dan segala sesuatunya. Sejatinya tidak terbebani hanya di salah satu dari 2 founder, tapi terbagi 2 secara adil. Mungkin bila ini terjadi di komunitas manapun. Tidak akan sehat dan awet. Tapi tidak bagi kami.

Saya bersyukur bila tiap event, tampaknya sayalah yang berhasil mengimpact. Saya sebenarnya tidak sendiri ada Allah yang beracara dan sahabat contoh Ibu Dini yang membantu saya, membawa temannya Ibu Riska. Selain teman-teman dari komunitas saya, yang memang terpanggil dan mengasihi saya sendirilah yang mau terlibat. Saya tidak pernah bilang mereka asisten saya. Karena “Memang bukan”. Mereka itu orang yang dipilih Allah untuk saya. Mitra kerja saya. Tanpa mereka acara ini mungkin tidak akan ada.

Kalau 3 event ini ini masih 90% vs 10%. Itu kebetulan Allah yang mengijinkan demikian.

Seminggu sebelum acara berlangsung saya sempat sebar informasi di salah satu whatsapp grup , tidak ada animo. Sangat disayangkan mereka yang notabene banyak sekali yang mampu, tidak mengerti ini adalah kesempatan yang baik bila mereka mau turut terlibat. Mungkin saat ini masih berhalangan ikut. Tapi kalau niat, sebenarnya dari jauh pun kan bisa tetap terlibat. Masa sediakan kulineran bersama teman-teman keluar minimal Lima Ratus Ribu Rupiah bisa. Buat anak panti tidak? Well, masalah berbagi kasih itu memang panggilan jiwa ya. Tidak banyak yang orang militan, bisa memberi meski dalam kesusahan. Saya hanya bisa berdoa semoga semakin mereka diberkati, tidak menjadi orang kikir yang sombong dan ingat segala sesuatu yang Tuhan percayakan kepada kita sejatinya menjadi berkat bagi sekitar.

Kalau mereka tahu atm saya itu tidak pernah ada lebih dari Empat Puluh Ribu. Tiap bulan pendapatan saya hanya numpang lewat. Tapi saya tidak pernah kekurangan. Allah selalu menyediakan yang saya perlu tepat waktunya. Luarr biasa bukan?

Orang sekitar saya terdekat bilang saya gila baru dapat dua ratus lima puluh ribu dari lomba blog lalu, bukannya ditabung, karena saya sedang hamil, malah digunakan seratus lima puluh ribu buat ikut urunan demi rasa keadilan saya terpenuhi. Sisanya tepat seratus ribu rupiah saya gunakan untuk memenuhi kewajiban sekolah anak saya yang harus menyewa baju adat untuk dipakai pada acara foto kelas buku tahunan sekolah pada 25 Januari 2018 lalu. Harga sewanya seratus lima puluh ribu rupiah. Saya wajib memberi uang jaminan seratus ribu rupiah yang akan dikembalikan bila baju sewaan saya kembalikan. Tuhan bekerja luar biasa tepat waktu menyediakan siasanya tanpa saya meminta. Saya tipe orang yang anti meminjam dari orang lain. Bahkan sama suamipun saya tidak pernah banyak tuntutan dan permintaan .

Sedikit kesaksian, Allah selalu memberi lebih dari yang saya keluarkan selepas tiap event.

Semoga di event berikutnya ada lebih banyak lagi Sahabat Misi yang sudah diberkati, turut bergabung menjadi saluran berkat bagi Panti & tempat lain yang membutuhkan kunjungan kasih kita.

H-3, Total dana terkumpul di event ini adalah Rp.2.120.000,-. Saya deg-degan sekali sebab kita kurang kompor 1 buah. Tapi prioritas event ini adalah bahan untuk dimasak itu cukup. Dengan uang ini, saya selaku penanggungjawab amanah, segera belanjakan bahan kering. Sambil menunggu urunan sisanya masuk kas. Untuk membeli bahan basah H-1.

Pada acara kali ini, jam 8 saya tiba di lokasi acara. Wow, luar biasa sambutan Mba Ziyah, Kepala Asrama Putri. Anak-anak panti pun tampak senang menyambut kedatangan saya. Tidak sabar ingin mengetahui menu apa hari ini yang akan kami masak bersama. Sayang saya lupa berfoto dengan Mba Ziyah🤦😢.

Pagi itu seperti biasa, saya berusaha datang lebih awal agar dapat menyediakan setiap bahan pada meja tiap grup. Kemudian menyediakan peralatan yang harus saya cover di tiap grup yang kekurangan. Dalam hal ini saya dibantu mama saya.

Acara kali ini saya disupiri oleh Om saya Bapak Herman Jhony Sompotan kakak kandung pertama dari ibu saya. Saat saya belanja di Tip Top Pondok Bambu dan di Diamond Mal Artha Gading dengan formasi yang sama pula saya didampingi. Maklum kesehatan bumil ini menurut dokter kandungan saya sebenarnya masih riskan bila kelelahan.

Tapi entah mengapa selalu ada energi saya dapatkan untuk menyiapkan kebutuhan bahan dan peralatan di tiap grup.

Dalam kesempatan kali ini awal ada 8 anak panti yang turut terlibat mengolah menu. 5 di Grup 5. Dan 3 di grup 1. Seiring waktu makin bertambah yang terlibat dan sinergi dengan kami. Ada yang terlibat di Grup 4 ada yang di grup 2.

Wow, tampaknya anak anak suka sekali kegiatan menyiapkan bahan untuk diolah menjadi makanan yang lezat. Masing-masing mengambil bagiannya dengan sukacita.

Ibu Azizah bersama Sahabat Misi Food For All Indonesia sesaat setelah masak. Foto sumber Ibu Tri Kusumawati.

Acara hari itu berjalan sempurna, ini semua terjadi atas perkenanan Allah. Juga atas kerjasama Sahabat Misi Food For All Indonesia, baik yang terlibat langsung, maupun dari jauh menopang dan pihak panti yang luar biasa sigap membantu kami.

Dari sini jelas terbukti, untuk bisa memberkati tidak harus menunggu jadi pebisnis yang sukses dulu ya. Karena mayoritas dari yang terlibat di tiap event kami adalah berasal dari menengah ke bawah. Hanya sedikit yang kategori ekonomi mampu menengah ke atas punya rumah pribadi dan kendaraan pribadi.

Kami hanya orang yang mau membiasakan diri menyisihkan sedikit bagian dari pendapatan kami untuk berbagi tiap bulannya.

Di event pertama kami urunan sesuai kemampuan masing-masing tiap grup. Masing-masing grup membawa peralatan sendiri sesuai kesepakatan. Bahan pun dibeli sesuai kesepakatan.

Dari event pertama ini pada hari H ada yang terlambat datang, ada yang kelupaan bahan. Kami maklumi. Untung bisa dicover bahan cadangan yang saya bawa, Chef bawa atau dari grup lain. Berikut juga peralatan. Hasil akhirnya ada makanan berlimpah. Bagai pernikahan di Kana yang diberkati.

Di event ke-2 kami sepakati urunan Rp.65.000 per orang. Perlu diketahui kami tetapkan urunan agar adil, namun teman yang tidak dalam daftar tapi tetap mau bantu urunan sesuai kemampuannya kurang Sepuluh Ribu Rupiah pun tetap kami apresiasi dan terima. Mereka tidak perlu sungkan, cukup komunikasi kepada saya mengenai kesanggupannya. Begitupun yang lebih.

Dari event ke-2 hambatan kami bahan dan peralatan yang seharusnya dibawa salah satu anggota grup, tapi yang bersangkutan tidak bisa datang karena mengalami musibah, ada yang memang lupa bawa ada yang terlambat datang, menjadi hambatan acara berjalan tepat waktu. Namun hasil akhirnya juga ada makanan tersedia berlimpah. Masih seperti bagaikan pernikahan di Kana yang diberkati.

Akhirnya di event ke-3 diputuskan bersama bahan dibeli dan dibawakan oleh saya. Agar peserta kelas masak lebih praktis. Dan saya tetap mengcover grup yang kurang peralatan dengan peralatan saya. Namun sebagai manusia biasa tentu saya tidak luput dari kekurangan. Kesempurnaan hanya milik Allah semata ya pemirsa. Saya yang biasanya work in detail, teliti, nyatanya ada kurang satu belanjaan yaitu daun seledri untuk resep menu 1. Secara pribadi saya minta maaf kepada semua peserta dan pihak panti karena kurang teliti membeli 1 bahan. Untungnya tidak menjadi kesalahan fatal dalam segi rasa. Kesalahan saya dimaklumi dan dimaafkan. Hasil akhirnya ada makanan berlimpah diberkati seperti pernikahan di Kana.

Berikut saya sertakan catatan pemasukan dan pengeluaran kami.

Sisa dana event lalu Rp.436.950,- Dana urunan terkumpul event ini, Rp.2.850.000,-. Total Petty Cash Rp.3.286.950,-

Total pengeluaran Rp.1.683.700,. Untuk detail pengeluarannya saya sudah transparasi internal di Komunitas Food For All Indonesia. Bagi yang ingin tahu, bisa lihat di Facebook Fanpage Food For All Indonesia album foto berjudul event 3. P.A Harapan Remaja.

Sisa dana dari event ini kami sepakati Rp.1.000.000,- dibelikan 5 buah kompor portable untuk mencukupi kebutuhan event di bulan Maret yang dipindahkan ke bulan April (FYI: kita akan butuh 9 kompor di acara ini) dan sisanya Rp.593.250,- disimpan untuk mengcover kebutuhan bahan di event yang sama.

Semoga banyak yang terlibat dalam event ini, karena jumlah anak panti yang akan hadir jauh lebih banyak dari panti sebelumnya. Ada 90 anak dan 16 staf panti yang akan merasakan hasil masakan Sahabat Misi Komunitas Food For All Indonesia.

Mengapa demikian? Karena di tiap event kami pengadaan peralatan itu yang selalu kurang adalah kompor portable. Tidak semua peserta kelas masak, salah satu dari 4 orang dalam satu grup itu memiliki 1 kompor portable untuk grup masaknya. Sementara kompor portable ini barang wajib untuk bisa terlaksananya acara kelas masak bukan?.

Selain itu ditempat kedua, selalu kami kewalahan ketersediaan panci dan wajan yang cukup berat dan agak repot bila dibawa oleh peserta kelas masak. Apalagi yang rumahnya jauh dan tidak memiliki kendaraan pribadi, harus melalui rute panjang dan berganti rute via kereta atau busway.

Tidak semudah membawa baskom plastik, sutil, centong dan pisau yang lebih ringan dibawa berpergian.

Jadi dengan sisa dana yang tersedia, disepakati kami menabung tiap sen demi sen yang ada untuk pelan-pelan membeli peralatan masak inti. Baru kemudian perintilan lainnya.

Kecuali ada teman-teman yang barangkali mempunyai peralatan lebih, layak pakai, dan kebetulan tidak terpakai di rumahnya ingin disumbangkan. Dengan sukacita tentu kami terima.

Dalam event kali ini dari Ibu Estri saya menerima sumbangan alat 1 buah sutil nylon, 1 buah talenan orange dan 1 sutil kayu. Terima kasih Ibu untuk sumbangannya. Semoga Allah memberkati keluarga ibu disana.

Dari event lalu berikut sumbangan ibu Dini:

Untuk event berikutnya akan diadakan pada Sabtu, 24 Februari 2018 di Panti Asuhan Anni’Mah, Jl. Hasan No.27, rt003/rw004, Penggilingan, Jakarta Timur.

Bagi bunda yang punya bakulan kue atau roti mau sumbangkan hasil dapurnya bisa hubungi saya.

Doakan kami agar sedikit demi sedikit melalui kepercayaan teman-teman Sahabat Misi. Akan bisa terwujud masukan untuk bisa jadi Yayasan yang memiliki rekening khusus untuk meneruskan amanah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s