Talk Show PRODIA di Kemilau 5 tahun Wajah Bunda Indonesia : HPV dan Kanker Serviks.

Hai semua! Salam sehat dan damai sejahtera buat kita semua.

Salah satu rangkaian acara Kemilau 5 tahun Wajah Bunda Indonesia adalah talk show. Pada acara ini, saya sebagai salah satu Blogger Bunda Indonesia (BBI) berkesempatan meliput acaranya dan mendapat ilmu tentang HPV. 

Moderator acara talk show adalah dra. Herlina Soemitro dan narasumbernya adalah dr. Rini Budiyati Health Project  Prodia Women’s Health Centre.

Tema talkshow kali ini yang dipilih oleh Prodia adalah Kanker Serviks. Dengan harapan talk show kali ini bisa menjadi kesadaran kita semua. Bukan hanya para ibu, kaum pria yang mendengar diarea panggung pun bisa jadi penerus berita kepada keluarga dan teman terdekat.

dr. Rini berkata Kanker Serviks adalah salah satu penyebab kematian terbesar pada wanita di Indonesia. Hampir 2 jam sekali terjadi kematian dikarenakan kanker serviks. Sementara di dunia setiap 2 menit sekali ada 1 orang wanita yang meninggal karena ini. Bisa kebayang yah dalam 1×24 jam ada kurang lebih berpa banyak yang meninggal setiap harinya?

Sebelum membahas lebih lanjut dr. Rini kemarin memberi sekilas apa sih itu Serviks, karena penyakit ini tidak bisa dilihat sekilas dari penampakan luar  (casing) dan tidak ada gejala. Serviks itu jalan menuju ke rahim di leher rahim antara vagina dan rahim.

Kalau yang dibilang kanker itu sel-sel yang tumbuh di tempat yang tidak seharusnya dia tumbuh. Nah pada kanker rahim adalah sel-sel yang tumbuh  di dinding leher rahim (kanker serviks). Kelainan di vagina ini ada banyak, bukan hanya kanker serviks saja ada miom, kista dan lain sebagainya bisa lihat di artikel saya terdahulu Sistem Reproduksi Wanita.

Jika ada pasangan muda yang setelah menikah istrinya terkena miom, pelekatan dinding, kista atau polib pada vagina itu sifatnya tidak ganas. Umumnya masih bisa segera ditangani. Asal diambil masalah tidak ada, akan baik sekali. Nah yang ganas itu adalah kanker serviks. Kalau sudah stadium lanjut susah untuk ditangani. Kalau masih terdekteksi stadium awal masih bisa diangkat. 

Karena stadium lanjut umumnya penyebarannya sudah meluas ke area organ tubuh lainnya. “Kalau masih kecil, selnya yang dibersihkan. Kalau sudah banyak dan menyebar organnya yang harus kita bersihkan”, demikian pemaparan lebih lanjut dari dr.Rini Mulyati.

Bisa dicegah bila diketahui lebih awal. Kanker Serviks ini adalah suatu infeksi awalnya, penyebabnya adalah sebuah Virus. Virusnya ini bernama HPV (Human Papilloma Virus). HPV ini ada dua tipe yaitu yang beresiko rendah dan beresiko tinggi.

Hal-hal yang sebaiknya kita ketahui tentang Human Papilloma Virus.

Siapa saja yang dapat terinfeksi HPV?

Pria maupun wanita yang pernah melakukan hubungan seksual dengan orang yang terinveksi HPV, keduanya tidak akan menyadari dirinya terinfeksi karena HPV dapat berdiam lama tanpa menunjukan gejala. Seseorang bisa saja terinveksi HPV jauh setelah melakukan hubungan sexual.

Apakah Human Papilloma Virus (HPV)? 

HPV terdri dari 100 tipe, disebut Papilloma karena virus ini sering menimbulkan warts (tumor epidermal yang disebabkan virus Papilloma atau proliferasi jinak mirip kutil) atau benigna. HPV yang menimbulkan warts di tangan atau dikaki berbeda tipe dengan yang menimbulkan warts di alat genitalia (kelamin). Beberapa tipe HPV genital sangat berkaitan erat dengan terjadinya kanker leher rahim.

Seberapa seringkah kejadian infeksi HPV? 

Kurang lebih 50% orang yang sudah aktif secara seksual dalam hidupnya pernah terinfeksi HPV.

Mengapa masih banyak orang yang tidak tahu HPV?

HPV sebetulnya bukan virus baru, tetapi banyak orang yang tidak menyadarinya karena infeksi HPV tidak bergejala dan dapat sembuh dengan sendirinya tanpa menyebabkan masalah kesehatan.

Apa yang memudahkan seseorang terinfeksi HPV? 

Kebanyakan orang yang telah aktif secara seksual dapat terinfeksi HPV. Kelompok yang mudah terinfeksi HPV termasuk dalam kelompok resiko tinggi, yaitu :

  • Orang yang sudah melakukan hubungan seksual diwaktu muda usia 14 -16 tahun. Karena pada umur ini wanita masih mengalami perubahan hormon yang besar, selama pubertas kondisi leher rahimnya masih immature (belum berkembang sempurna) dan sel-sel leher rahimnya masih sangat aktif oleh karena itu resiko HPV meningkat.
  • Orang yang mempunyai banyak pasangan seks. Memperbesar kemungkinan terpapar dari salah satu pasangannya.

Apakah infeksi HPV sama dengan infeksi HIV dan HSV? 

Infeksi HPV tidak sama dengan infeksi HIV dan HSV meskipun sama-sama ditularkan melalui hubungan seksual. Infeksi HPV pada kebanyakan orang tidak menimbulkan maslah kesehatan, tetapi infeksi yang menetap bisa menimbulkan kanker leher rahim.

Berdasarkan hubungannya dengan kanker leher rahim, HPV dibagi menjadi dua kelompok, yaitu HPV tipe resiko tinggi dan HPV tipe resiko rendah. HPV tipe resiko tinggi berkaitan erat dengan resiko terjadinya kanker leher rahim.

Apakah yang dimaksud HPV tipe resiko rendah?

Sekelompok HPV disebut tipe resiko rendah karena infeksi HPV dari tipe ini tidak menimbulkan resiko terjadinya kanker. Infeksi HPV tipe resiko rendah pada wanita hanya akan menimbulkan sedikit perubahan ringan pada leher rahim. Peubhan ini dapat terlihat seperti kutil dan tidak menimbulkan rasa nyeri. Bentuknya bisa datar, kecil maupun besar dan banyak. Masih belum jelas mengapa pada sebagian orang ada yang terkena genital warts ada yang tidak.

Apakah jika terinfeksi HPV tipe resiko tinggi artinya sudah terkena kanker?

TIDAK, terinfeksi HPV tipe resiko tinggi tidak sama dengan terkena kanker. Infeksi HPV resiko tinggi akan menimbulkan kanker dan perubahan bentuk dalam sel apabila infeksinya menetap. Proses perubahan dari infeksi HPV tipe resiko tinggi pada leher rahim menjadi kanker memerlukan waktu yang lama kurang lebih 10-15 tahun.

Sebenarnya tubuh kita bisa menangkal si virus ini ketika kekebalan tubuh kita baik. Nah kalau kita tidak punya kekebalan tubuh virus yang menghingapi tubuh kita ini dia pun makan dari makanan kita. Ibarat benalu menumpangi di tubuh dan tidak bergejala.

Siapakah yang beresiko mengalami infesi HPV yang menetap? 

  • Wanita di atas usia 30 tahun
  • Perokok
  • Penderita gangguan sistem kekebalan tubuh sperti AIDS.
  • Peminum steroid pada penderita Systemic Lupus Erythematosus.

 

Haruskah takut dengan hasil pemeriksaan HPV yang abnormal? 

Hasil yang abnormal itu umum. Yang terpenting segera tindak lanjuti pengobatan dari hasil tersebut. Agar perubahan sel yang terjadi tidak semaki memburuk.

Kapan pemeriksaan HPV DNA dilakukan? 

Untuk wanita diatas 30 tahun, dianjurkan untuk menambahkan pemeriksaan HPV DNA pada skrining rutin selain Pap Smear. Untuk wanita yang hasil Pap smear nya tidak jelas atau membingungkan maka dianjurkan dengan pemeriksaan HPV DNA.

Beda pemeriksaan antara Pap smear dan HPV DNA? 

Pemeriksaan HPV DNA bertujuan untuk mendeteksi adanya virus HPV dalam leher rahim sedangkan Pap Smear untuk mengetahui perubahan bentuk sel.

Orang yang terkena virus akan tampak normal pada hasil pemeriksaan nah yang terlihat gelap umumnya sudah terpapar dan beresiko tinggi.

 

Dari mana sih datangnya virus itu?

Virus ini datangnya bisa dari manapun. Dimulai dari apapun yang bisa terkena langsung alat genital kita seperti :

  1. Tangan. Kita tidak pernah tahu tangan kita sudah hygienis tidaknya.
  2. Pakaian dalam kita.
  3. Tissue toilet umum.

Bagaimana dengan toilet umum? ada kemungkinan karena bakteri di toilet umum  di tempat yang lembab sudah pasti mudah berkembang. Yuk mulai sekarang jaga kebersihan toilet umum untuk kepentingan bersama. Lagipula kasian loh mba-mba petugas cleaning service di sana. Masa Bunda atau anak bunda yang ngotorin dia yang bersihkan. Memang itu sudah tugasnya. Tapi layaknya kita manusiakan ya.. kalau kita saja tidak mau tentu Mba itu juga sedih kan menerima ulah kita yang jorok. Berikan kepada dia tugas yang layak. Pel percikan air dekat wastafel, bersihkan kaca, angkat tong sampah yang penuh sudah tugas umumnya. Nah yang lain, ada andil kewajiban kita membersihkan, jangan kita tinggalkan begitu saja. Bersih itu bagian dari iman dan buah iman kita loh!.

Sepertinya dari pemaparan diatas saya pribadi menganjurkan jangan betah berlama-lama di toilet, baik itu toilet pribadi maupun toilet umum. Sebab tanpa harus duduk disandaran dengan jongkok pun sudah bisa terpapar.

Mengapa masih banyak orang yang terpapar?

Pengetahuan tentang vaksin juga kurang. Jaman dulu memang belum ada. Jaman sekarang sudah ada vaksin.

Malu dan takut diperiksa. Karena daerah intim kita dibuka oleh ginekolog dokter kandungan pria.

Gimana caranya kita tahu kita sudah atau belum terinfeksi? Deteksi dini dengan Pap Smear. Untuk melihat ada tidaknya kelainan pada leher rahim kita. Virus HPV nya ini diperiksa DNA nya.

Kapan sebaiknya waktu yang tepat untuk lakukan pemeriksaan Pap Smear dan agar hasilnya tepat akurat ?

  1. Sudah bersih dari haid. Sebaiknya 5 hari setelah haid terakhir.
  2. Tidak sedang menggunakan obat-obatan vagina. Misalkan gel, pembersih pembasuh vagina. 2-3 hari sebelum pengecekan.
  3. Tidak berhubungan kontak sexual selama minimal 1×24 jam.

Saat ini sudah bisa dilakukan pengecekan di Cabang Laboratorium Prodia.

Cara mengurangi resiko terkena infeksi HPV ?

  1. Kebersihan.
  2. Kekebalan tubuh ditingkatkan.
  3. Ingat untuk melakukan kontak sexual dengan sehat yaitu tidak berganti-ganti pasangan.
  4. Vaksin mulai usia 10 tahun.
  5. Screening deteksi awal dengan Pap Smear. 30 tahun ke atas disarankan periksa 1 tahun sekali .
  6. Periksa Skrining Sel  3 tahunan sekali sudah cukup.
    Saya bersama dr.Rini Budiyati dan dra. Herlina S. Foto dokumen penulis.

    3 pertanyaan pada sesi ini:

    Bunda Febriyanti. Usia atas 30 tahun belum kontak seksual dan belum menikah periksanya lewat apa? tetap lewat vagina bukan darah. Karena kanker serviks terjadinya lokal pada organ kewanitaan bukan di darah. Jadi tidak bisa dideteksi melalui sample darah. Yang belum menikah disarankan dengan vaksin.

    Bunda Anissa Deasty. Mengapa terjadinya justru kepada orang yang dianggapnya cukup hygienis ? Bersih menurut kita berbeda. Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan virus ini menular ke kita tapi penyebab utamanya adalah karena kontak sexual. Tapi jangan salahkan pasangan kita ya. Yang terpenting adalah bagaimana kita menhaga kekebalan tubuh kita. Karena jika imunitas kita bagus, virus ini yang mencoba bersarang akan pergi sendiri. Imunitas rendah memudahkan virus ini bersarang, merokok karena punya infeksi lain juga turut meningkatkan resiko terkena virus ini dan suka bergonta ganti pasangan.

    Pria bisa saja terpapar virus ini ketika toilet. Sebaiknya ketika ingin membuang air seni atau berkemih anak pria dan bapak-bapak dianjurkan cuci tangan terlebih dahulu. Kebanyakan pria membuang air seni dulu baru cuci tangan. Sementara sudah terlanjur memegang organ intimnya ketika ingin membuang air seni. Jadi baiknya cuci tangan sebelum dan sesudahnya. Di pria tidak ada gejala tapi bisa menularkan. Pada pria tidak ada pengecekan HPV. Namun yang perlu diwaspadai jangan sampai pria yang terinfeksi menularkan HPV pada pasangannya.

    Bunda Fika. Ada tidak proram khusus untuk Bunda Wajah Bunda Indonesia? Jawab : Bertepatan dengan ulang tahun Prodia ke 44 tahun. Tepatnya di tanggal 7 Mei 2017 besok. Wuah ultah Prodia sama dengan ultahku. Mau ikutan tiup lilin ahh disana. Ada diskon 20 % untuk semua pengecekan selama 3-5 Mei 2017. Jadi bisa daftar di tiga hari ini. Untuk pengecekannya sendiri bisa dilakukan sebelum lewat 1 bulan.

      Selain itu Prodia sudah membuka layanan khusus. Di center ini ada beberapa dokter yang khusus menangani organ kewanitaan. 

      Tempatnya cukup privacy dan nyaman. Tidak seperti di klinik-klinik atau rumah sakit pada umumnya. Ibu-ibu yang membutuhkan pengetahuan khusus kesehatan baik secara pribadi maupun secara komunitas dokter-dokter disan juga siap membantu. bisa kumpul di sana atau di tempat komunitasnya, misalkan berlima atau bersepupluh. Tinggal kirim email atau hubungi nomor telepon diatas, beritahu kebutuhan infonya tentang apa, nanti disesuaikan waktu dan tempatnya serta pembicaranya.

      Prodia Women’s Health Centre (PWHC)

      Nomor telepon : 021-72783858

      Jl. Wolter Monginsidi No. 77, Kebayoran Baru, Jakarta.

      E-mail : womenshealthcentre@prodia.co.id

      Oh ya karena saya salah satu blogger yang terpilih mengikuti rangkaian talk show ini, saya diberikan goodie bag persembahan Prodia.  Untuk tempat tissue, saya dapat melalui pertanyaan selepas acara. 2 yang belum termasuk difoto, saya susulkan fotonya. 

      Goodie bag dari Prodia. Foto dokumen penulis.

       

       

       

       

       

       

       

       

       

      Iklan

      12 Comments Add yours

      1. turiscantik berkata:

        wah lengkap sekali reportasenya mbak. tenyata wajah bunda indonesia udh 5 tahun ya

        Suka

        1. belinda888kusumo berkata:

          Iya saya baru ikut bergabung 2 tahun ini.

          Suka

      2. Dinsil berkata:

        Terimakasih infonya

        Suka

      3. Lubena Ali berkata:

        Waah memang kanker satu ini jadi momoknya wanita yah.. thanks for sharing

        Suka

        1. belinda888kusumo berkata:

          Terima kasih Bun Lubena. Senang bisa bermanfaat artikelnya.

          Suka

      4. Yuni roseliani berkata:

        Sereeeem bacanya,tapi jujur jadi tahu banyak,semoga kita selalu di berikan kesehatan lahir dan bathin ya bund Belinda Aamiin

        Suka

        1. belinda888kusumo berkata:

          Aminn Sehat selalu bagi kita semua.

          Suka

      5. Lya uminyaltair berkata:

        Ulasannya padat lengkap dan sangat menarik buat saya yang awam beginian👍

        Berhubung punya anak perempuan jg, tertarik dengan bahasan vaksin sejak umur 10 tahun. Apakah Karena alasannya 10 tahun adalah Usia rta2 perempuan mendapatkan menstruasi pertamanya? Jika Usia menstruasi terlambat hingga 17 tahun, apakah menjadi terlambat utk mendapatkan vaksin? Nama vaksinnya apa ya mbak? Apakah akan berbeda vaksin sudah mendapat menstruasi dengan yang belum?
        Terimakasih mbak Belinda, sangat mencerahkan😍

        Suka

        1. belinda888kusumo berkata:

          Hi Mba Lya.
          1. Vaksin ini diberikan kepada remaja putri sejak sebelum atau dekat masa mesntruasinya menurut Dr. Elizabeth Jane Supardi – Direktur Surveilance dan Karantina Kesehatan mengatakan usia paling iotima untuk mendapat imunisasi kanker serviks adalah
          anatara usia 9-13 tahun oleh karena itu Pemerintah kita mewajibkan imunisasi ini diberikan kepada murid keals 5-6 SD ini hubungannya untuk pencegahan sejak dini.
          2. Jika menstruasinya terlambat ada baiknya diperiksakan ke dokter ginekolog. Bisa cek artikel Sistem Reproduksi Wanita. Kemungkinan ada penebalan dinding rahim. Dalam hal ini dokter yang lebih berkompeten mendiagnosa.
          3.Nama vaksinnya: HPV vaccine Sesuai judul topik artikel ini.
          4.Vaksin yang diberikan kepada yang sudah mendapat mesntruasi dan belum adalah vaksin yang sama.

          Semoga penjelasan ini bermanfaat. Terima kasih sudah mampir di artikel ini.

          Suka

      6. Ina berkata:

        Dulu waktu diajakin papsmear, kayaknya pas hamil. Akhirnya sampe skrg blm pernah.
        Nyesel juga sih…
        Tapi kayaknya perlu di cek ulang juga ya..

        Suka

        1. belinda888kusumo berkata:

          Aku juga belum pernah sama sekali. Alasan pertama karena malu sama dr.ginekolog yang umumnya Pria. Ini karena ada promo tahunan Prodia, akhirnya bisa ikut cek pap smear dan bahagianya itu dapat promo discount 20%nya.

          Suka

      Tinggalkan Balasan

      Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

      Logo WordPress.com

      You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

      Gambar Twitter

      You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

      Foto Facebook

      You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

      Foto Google+

      You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

      Connecting to %s