Review Resto: Bebek Suroboyo Wijaya Kusuma

Hai semua! Salam sehat dan damai sejahtera untuk kita semua.

19 April 2017 hari lalu saya semula ingin membeli beras buat stock dirumah tapi karena habis hujan dan perut sedikit keroncongan tanda-tanda minta dikasih asupan makanan. Akhirnya saya dan suami, menimbang tuk kulineran makan malam di luar sekalian. Mulailah kami saling bertanya satu dengan yang lain, kira-kira apa yang pasangan kami ingin makan. Suami memilih makan menu bebek Madura Karena lagi ingin makan bebek, padahal semalam baruuu saja makan itu. Sementara saya lagi ingin makan yang kuah-kuah. Akhirnya mengarahlah kami ke Sop Kaki Kambing tendaan, tapi sayang penjualnya sedang tidak berjualan.

Bangunan Resto tampak muka. Foto dokumen Open Rice Indonesia.

Karena ingin sekali makan menu Bebek. Suami akhirnya mengarahkan kendaraan menuju ke resto bebek favoritenya. Semula kami mengarah ke tempat kuliner menu bebek lain Bebek Slamet di Jl. Buaran Raya 1,5km tidak jauh dari tempat ini.  Karena rasa lapar tak bisa dibendungnya, kami sepakat untuk berhenti dan mencoba tempat baru ini.

Nama Restauran & Alamat :

Dan taraaa dia melihat ada tempat kuliner berbahan Bebek di sisi bahu kiri jalan. Warna bangunannya yang hejo (baca:hijau). Nama restauran ini Bebek Suroboyo Ibu Hj. Lala. Mmm rasanya dari namanya bisa kita tebak ya. Dari mana asal restauran ini berasal? Sudah pasti dari Surabaya lah. Tempatnya persis di hoek tidak jauh setelah alfamart. Jl. Wijaya Kusuma Raya Blok 21 Kav.5 No. 47, Perumnas Klender. Telepon (021) 8604432.  

Restauran ini menerima delivery order ke area sekitar. Mmm saya beberapa kali lewat sini kok tidak perhatikan ya? Mungkin saya tidak ngeh karena posisinya di jalur kendaraan cepat dan kebetulan setiap lewat bukan jam makan siang maupun makan malam.  Ini karena kebetulan saja kami tadi lewat pas makan malam dengan kecepatan mengemudi juga tidak terlampau cepat. 

Penampilan Restauran :

Dari area parkir hingga bagian area makan restauran tampak kebersihannya terjaga. Waitress yang melayani kami pun cukup ramah. 

Area makan dalam resto. Foto dokumen Zomato.

Kebersihan area makan. Foto dokumen Zomato.

Kami memilih tempat duduk dekat dengan layar televisi. Karena ingin makan sambil mendengar berita.  Mulailah kami membuka buku menu. Dan akhirnya memilih menu kami masing-masing. Saya memilih Bebek Bakar Super Sambel Mattah dan suami memilih Bebek Kremes Super Sambal Terasi. Minumnya es teh manis. Kemudian kami ke area cuci tangan.

Salah satu menu andalan resto yang dipilih suami saya. Foto dokumen pribadi.


Daftar menu resto yang sempat saya abadikan. Foto dokumen pribadi.


Daftar menu halaman ke2. Foto dokumen pribadi.

Rasa :

Tidak lama setelah kami memesan datanglah pesanan kami. Saya segera membaui menu pesanan saya. Sesaat sebelum tiba di meja kami. Mmm…baunya lezat sekali. 

Bebek Bakar Super Sambal Mattah. Foto dokumen pribadi.

Nasi hangat, bau manis bebek bakar dan sambal mattahnya, whew sanggat menggugah selera. Dalam hati jangan sampai lupa ucap syukur sebelum makan ini. Bisa-bisa disentil Allah nanti saya.  Setelah icip, wuahhh enak sekaliii pemirsah. Saya suka pilihan tempat ini. Pas lapar pas dapat makanan enak dan fresh (hangat). Perut kenyang happy, senyum sumringah.

Seperti biasa suami saya yang model makannya cepat seperti tentara itu, sudahlah pasti kelar lebih dulu. Buru-buru Ia membayar pesanan kami di kasir, kemudian keluar untuk merokok. O..o kamu ketahuan.. uh si daddy masih saja tidak mau berhenti merokok. Sudah tahu itu tidak baik buat kesehatan jasmaninya dan orang sekitarnya. 

Tidak lupa kami bungkus ayam kremes satu porsi untuk putri kami di rumah.

Harga : 

Menurut kami harga disini masih terjangkau. Porsi bebek super cukup mengenyangkan. Saya merekomendasikan tempat ini bagi  teman-teman yang tinggal di wilayah Buaran, Perumnas Klender, Duren Sawit, sekitarnya.

Kekurangan : 

Untuk porsi sambal ukuran Bebek Super, rasanya sambal mattah saya kurang banyak begitu juga Sambal Terasi menu pilihan suami. Bukan karena kami berasal dari daerah Menado yang penikmat sambal. Tapi saya yakin  pengunjung lain pun akan berpendapat sama seperti kami. Saran saya buat restauran ini. Tambahkan sedikit lagi, demi kepuasan pelanggan. Jangan dipelitin sambalnya. Bukan kami tidak mau beli extra porsi sambal. Tapi ukuran standar untuk Bebek Super restauran Anda memang baiknya sambalnya ditambah sedikit lagi. Pasti pelanggan lebih merasa pantas dan puas. Karena bumbu sambal mattah pun meski ditambah sedikit lagi saya pun masih rela menambah beli extra sambal mattah. Namun sayang sepertinya tidak ada solusi pilihan ini dalam semua varian sambalnya. 

Iklan

26 Comments Add yours

  1. tatihidayat berkata:

    Wahhhh… jadi pingin mampir

    Suka

    1. belinda888kusumo berkata:

      Nanti kl main ke rumahku kita kesana ya. Tapi jangan diajakin ketawa terus nanti saya tidak kelar2 tuh makannya.

      Suka

  2. Hi Quds berkata:

    Kayaknya enakk ya… Kirain tempatnya di Wijaya kebayoran baru hehehe.

    Suka

    1. belinda888kusumo berkata:

      Iya bangunan tampak depannya mirip daerah sana ya. Nanti kpn2 ada kesempatan kita makan dsn ya.

      Disukai oleh 1 orang

  3. helenamantra berkata:

    deket dari rumah, nih. Aku suka banget bebek. Mampir ah…

    Suka

    1. belinda888kusumo berkata:

      Oh kita tetangga toh. Wuah boleh nih kpn2 kita ketemu di suatu tempat kita kulineran bareng.

      Suka

      1. helenamantra berkata:

        siaaap bun

        Suka

  4. Ria Buchari berkata:

    aq sering mkn yg di daerah puri mba,, daging bebeknya lembut ya gak keras seperti yg lain, mantebb dh

    Suka

    1. belinda888kusumo berkata:

      Iya betul betul. Lembut banget. Bedanya di situ. Lain merk suka keras. Oh di Puri ada toh Mba? Jadi tambah info. Terima kasih Mba. Kali aja suatu hari aku main kesana. Bingung mau kulineran kemana. Yakin pasti enak mah..mending melipir ke sini. 😉

      Suka

  5. mauuuuuuuuu… huwaaa aku kira mb bel lagi di surabaya xixixxi rupanya ini ada di klender toh

    harganya terjangkau loh, dan aku lihat porsinya agak besar ya..
    kapan kapan mampir ah

    Suka

    1. belinda888kusumo berkata:

      Nanti kl main ke daerah sini tak traktir yo. Iya bebeknya besar. Disitulah saya jatuh cinta. Perut eke kan kecil2 gini orangnya must banyak. 🤣

      Suka

  6. novitania berkata:

    Wahh, baca artikel ini dijam makan siang itu, bikin perut krucuk krucuk, jd pengen coban deh.. Nice post sist 😊

    Suka

    1. belinda888kusumo berkata:

      Terima kasih Mba Novitania yang cantik. 🤗

      Suka

  7. Inaya berkata:

    aku juga suka bebek… liat gambarnya jadi pengen

    Suka

    1. belinda888kusumo berkata:

      Hai Mba.. tak bungkusin ya kirim via Wa 😉 *andai beneran bisa.

      Suka

  8. anisamamaazzam berkata:

    Penasaran, jadi kepingin icip2 bunda ♡_♡

    Suka

    1. belinda888kusumo berkata:

      Enak Mba yg ini lembut dagingnya. Tidak alot.

      Disukai oleh 1 orang

      1. anisamamaazzam berkata:

        Benar, sangat enak dan buat kita kepingin lagi dan lagi

        Suka

  9. Lyaa -Uminya berkata:

    waah kalo udah urusan bebek, yang kepikiran itu baunya masih amis ga ya? beberapa bebek yang sy makan terkadang masih berasa amis, bikin iilfeel kalo sdh ngerok dikerongkongan (ealaa..apalah ya bahasanya :p)
    Lumayan juga ya mbak cabangnya, ada beberpa..sayang nih ga ada di palembang, kl ada sudh dieksekusi sama suami yang penggemar kuliner bebek.., hehee..

    thx ya mbak infonya, daftar menunya bisa jg jd referensi ide eksperimen lauk di rumah 😉

    Suka

    1. belinda888kusumo berkata:

      Sama-sama Mba. Semoga pemiliknya membaca ini. Dan segera ada di Palembang.

      Sama sperti Mba. Saya juga perna trauma lama tdk makan bebek krn pernah makan sembarang bebek eh amis. Beda sekali di resto ini. Waktu aku makan, bebeknya tdk berbau. Reccomended banget deh.

      Suka

  10. mbak harganya terjangkau ya padahal tempatnya bersih gitu. tapi kalau mau kesitu sepertinya harus siap siap sambel dari rumah nih, atau bisa minta tambah sambelnya bisa gak ya? 🙂

    Suka

    1. belinda888kusumo berkata:

      Nah kemarin itu waktu pertama kali kesana aku pas buru2. Tp sptny kl minta tambah sambal jawabannya pasti standard. Penolakan halus. Cabe masih mahal sih. Mungkin itu sebabnya.

      Suka

  11. Waya Komala berkata:

    wah, enaknya makan bebek pake sambel *ngiler
    Oh ya, aku juga penyuka sambel banyak mbak.. Bikin semangat makan. Kalo nanggung nggak enak banget.. 😀

    Suka

    1. belinda888kusumo berkata:

      Hai Mba Waya Komala salam kenal. Iya mba, kalau nanggung rasanya ada yang kurang ya. Wuah kapan-kapan main masak-masakan yuk. pasti seru makan bersama mba yang juga penyuka sambal. Sehat-sehat tuk Mba dan keluarga disana sampai kita bertemu di realiti show 😉

      Suka

  12. Wichan berkata:

    Alhamdilillah akhirnya bisa komen, KalBel. Hihihi.

    Aku suka juga bebek-bebek, tapi suka kuciwa dagingnya dikit. Hihihi.

    Suka

    1. belinda888kusumo berkata:

      Iya bebek jarang ada yang dagingnya banyak. Nah yang aku makan ini bebek super. Ibarat makan ayam kapung versi broiler. Bebek yang ini lumayan sedikit lebih besar dari umumnya.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s