Metamorfosis Hobi

Hai semua! Salam sehat dan damai sejahtera.

Hari ini saya mau ngomongin tentang hobi. Pasti tiap orang punya hobi kan ya? tapi apa hobi itu menetap dari masa kecil hingga besar? Rasanya tidak ya.

Ini bila mengacu kepada kehidupan pribadi saya. Hobi saya waktu kecil itu katanya makan, minum susu UHT, kemudian terus tidur. Pantas foto masa kecilku semua berpipi chubby dan endut. Kemudian katanya saya yang kecilnya tomboy itu hobi ngumpulin mobil-mobilan dan pistol-pistolan yang ada bunyi maupun yang tidak berbunyi. Kalau ditanya “Kok anak perempuan bukan koleksi boneka? atau Kenapa lebih suka koleksi pistol?” Jawab saya : “Mau jadi polisi” biar bisa tangkap penjahat.

Pistol mainan anak mengenal profesi Polisi. Foto dokumen tokopedia.

Kata orangtuaku, dulu aku kecil juga hobi manjat pohon atau bangunan rumah tapi bisa manjat tok, tidak bisa turun. Bahkan pernah jatuh sampai dijahit bagian kepala, o..o.. Jadi semua teman orangtua saya yang melihat saya setelah besar tidak menyangka si tomboy Belinda akhirnya bisa “act like a real lady”.

Kemudian beranjak masa awal taman kanak-kanak hingga sekolah dasar kelas dua, karena sudah lama, saya berusaha melacaknya dari guru saya. Kebetulan kemarin bertemu di supermarket. Dia bilang saya sebetulnya berbakat menari tradisional. *(Kalau fotonya ketemu saya upload kemudian ya). Cuma sayang tidak didukung orangtua. Di masa ini juga mulai tampak bakat menyanyi saya. Saya mulai hobi menyanyi. Mungkin karena saya sering mendengar koleksi musik orangtua saya. Dan video musik koleksi orangtua saya yang kemudian berubah menjadi era Laser Disc.

Koleksi penghapus lucu. Foto sumber japanesestasion.com

Hobi saya di kisaran umur saat itu lainnya adalah mengumpulkan barang-barang Sanrio Original yang dahulu hanya bisa di dapat di pertokoan Ratu Plaza, juga mengumpulkan penghapus berbagai bentuk dan warna yang lucu. Kemudian masuk ke era *kertas surat dari halmark dan Familia shop di Pondok Indah. Banyak bentuk lucu-lucu dari Amerika dan Jepang masuk ke toko ini. Oh ya juga koleksi *perangko. Berawal dari pemberian Opa, jadi penasaran cari yang “Rare” (Jarang ada) atas arahan Opa saya.

Masuk masa SMP, saya mulai hobi intipin mama saya masak. Kadang berusaha membantu, tapi mama tidak mengijinkan selain mengaduk. Menurut mama saya terlalu selowww (Slow=lambat). Tidak bisa mengikuti ritme kerjanya yang serba cekatan dan cepat. Yo weis, aku mending makan toh? enak malah duduk manis ada makanan tersedia, makan, kenyang, kemudian tidur. Bahagianya perut ini. Selain itu saya mulai hobi mengumpulkan lirik lagu.  Juga nulis diary dan puisi. Bisa dibilang saya pujangga kata mutiara cinta kala itu. Yang baca puisinya pasti klepek-klepek. Hobi menggambar kartun manga dengan bentuk orang mini-mini. Saya sering bikin karakter teman-teman saat itu untuk seru-seruan sendiri. Saya sudah mulai hobi suply pudding di kulkas  rumah. Mulai senang menggambar di kanvas. Mulai hobi mempelajari koleksi kain batik juga. Baru punya beberapa saat itu. Opa Oma yang travelling mengoleh2kan korek api lidi yang mreka dapat dari hotel dan tempat  kuliner. Pentol korek dan batang koreknya ada berbagai warna. Saya jadi mulai suka koleksi pentol korek yang kemasannya pun beraneka warna.

Rasa penasaran itu masih terus sampai SMA. Tapi yah belum berhasil belajar dari mama. Tanpa mama merasa saya telah mengganggu efisiensi waktunya. Jadi saya belajar sendiri ketika dapur bukan lagi wilayah teritorial mama. It’s my kitchen and my party! hehehe. Saya semakin menggemari musik dan bersama teman-teman sempat seru-seruan masa sekolah masuk anggota band. Saat itu musik alternatif sedang digandrungi di era itu. Hobi saya lainnya mulai menggambar ala Fashion Designer. Saya senang bikin design baju. Di era ini, saya juga rajin merawat rambut lebat saya ke salon. Untuk sekedar blow natural variasi biar mirip Barbie dan Candy-candy gitu. Mulai hobi koleksi sepatu berbagai model yang unik. Ada Red Or Dead, sepatu yang sol bawahnya seperti penghapus. Bercorak seperti cat tumpah 3 variasi warna pada solnya dan atasnya berbahan suede merah, salah satu koleksiku selain hak sepatu berbentuk hati.

Lihat dari perubahan jaman dan perubahan hobi ini memang ternyata terbukti hobi itu mengalami metamorfosis ya. Sesuai perkembangan kita dan pengaruh lingkungan saat itu.

Nah kalau dilihat dari hobi saya diatas, beberapa diantaranya sebenarnya sayang kalau tidak dimanfaatkan bukan?

  1. Nah waktu era DVD saya buka tempat sewa, tapi dari mulut ke mulut. Uangnya sebagian disimpan. Sebagian dibelanjakan film baru. Ngehits banget deh waktu itu.
  2. Setelah menjadi ibu saya mulai semakin mahir masak sendiri. Saya mulai hobi di dapur. Masak menu utama dan bikin cemilan. Bersih -bersih rumah. Dalam hati, main rumah-rumahan, kok baru sekarang. Well, tidak ada kata terlambat untuk sebuah kreatifitas dan karya bukan? Kalau orang lain bisa masa saya tidak bisa? Sambil mulai terima pesanan kecil-kecilan.
  3. Juga tidak ketinggalan bikin prakarya seperti *seat card untuk acara kelas. Buat orang lain mungkin tidak berharga. Tapi buat saya pribadi ada rasa kepuasan sendiri setelah melihat reaksi anak-anak ketika memasuki kelas.
Place Name Card 1
Salah satu hobi yang bisa dimanfaatkan & jadi berkat. Foto dokumen pribadi.

Bersyukur sekali hobi saya semua diawali dengan berkat gratisan. Hampir semua pemberian. Kecuali Kaset Musik, CD Musik & DVD.

Hobi ngumpulin DVD. Foto dokumen pribadi.

Nah kalau hobi kita mengoleksi sesuatu, sejatinya kita lakukan dengan usaha ya. Kalau dengan jerih payah sendiri itu rasanya lebih bangga loh.  Yuk menabung sedikit demi sedikit. Jangan cuma minta-minta sama nyokap bokap dong.

Tapi ternyata hobi itu perlu dilakukan secara konsisten loh, agar hobi itu bisa tetap bermanfaat bagi diri kita sendiri maupun orang lain. Selain itu hobi juga harus dikembangkan kalau mau dijadikan penghasilan. Kita harus mengikuti perkembangan jaman. Tahu kebutuhan pasar akan sesuatu yang baru (inovasi) tapi sesuai selera masyarakat pada umumnya.  Yang pasti, sesuatu yang dilakukan dengan sepenuh hati hasilnya akan baik. Yuk kita gali terus potensi dan talenta kita melalui hobi kita baik yang dilakukan hanya ketika ada waktu luang maupun yang dilakukan secara rutin.

Iklan

4 Comments Add yours

  1. liannov berkata:

    Bener jg y hobi yg d tekuni bs menghasilkan . Sukses y mba bell dngn hobi nya

    Suka

    1. belinda888kusumo berkata:

      Terima kasih Mba Novita. Sukses juga selalu untuk Mba di sana.

      Disukai oleh 1 orang

  2. EchiZhou_Desi berkata:

    Banyak orang sekarang dari hobi malah menjadi penghasilan yang menjanjikan… Suka makan dan hobi traveling malah jadi buka jasa travel seperti temanku

    Suka

    1. belinda888kusumo berkata:

      Iya. Dulu aku sempat kpikiran mau jadi tour guide aja. Tp sayang tidak ada restu ibu. Akhirnya ngendon di rumah ngeloni anak wedo’ku.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s