Mengetahui Potensi Unggul Anak

E-flyer Undangan. Foto dokumen pribadi. Sumber Wajah Bunda Indonesia.

Hai semua. Salam sehat dan damai sejahtera untuk kita semua.

Kembali Belinda hadir di sini, berbagi sedikit ilmu yang saya dapat dari acara yang saya hadiri pada hari Senin, 10 April 2017 kemarin siang. Tepat pukul 13.00-15.00 WIB.  Untuk memenuhi undangan dari Groiler Indonesia. Melalui Komunitas Wajah Bunda Indonesia.  Bertempat di gedung Menara Thamrin Lantai 8, Jakarta 10250,  Indonesia. Dengan topik “ Bagaimana Merancang Masa Depan Putra/I Anda Dengan Mengetahui Potensi Unggul Sejak Dini”. Narasumber Nyi Mas Diane W, seorang motivator pengasuhan anak.

Mengapa Negeri ini begitu “rapuh”?, karena banyaknya pohon beringin ingin menjadi pohon jeruk, dan pohon jeruk ingin menjadi pohon mangga, dan seterusnya.

Setiap anak lahir dengan membawa bibit unggul masing-masing. Anak yang memiliki “bibit dokter” bila dirawat dengan tepat, kelak ia akan tumbuh menjadi “pohon dokter”. Sementara anak yang menyimpan “bibit konsultan” jika dibesarkan dengan baik, kelak ia akan menjadi “pohon konsultan”.

Anak adalah Anugrah. Sayangi dan rawatlah. Foto dokumen pribadi. Dari slide narasumber.

Masalahnya, anak tidak terlahir dengan stempel di dahinya. Bibit insinyur, bibit balerina, bibit pianis atau bibit  arsitek. Tidak seperti ketika kita membeli barang elektronik yang mendapat buku manual dalam kemasannya. Anak kita terlahir tanpa buku manual. Namun syukurlah, mereka lahir dengan petunjuk-petunjuk yang dapat kita lihat.

 

Perkembangan Anak Sangat singkat. Jangan sesali waktu tidak bisa diulang. Foto dokumen Pribadi dari slide Narasumber .

 

Anak yang berbibit penari, sejak kecil akan langsung berjoget ketika mendengar musik. Anak berbibit pelukis akan selalu menggambar dimana saja ia bisa gambar, sperti kertas, meja bahkan dinding. Anak berbibit peneliti mungkin ia akan kritis dalam bertanya sebab akibat suatu peristiwa dan senang meneliti apapun. Orangtualah yang harus pandai dan jeli mengenali petunjuk ini.

Anak kita hasil cetakan kita. Foto dokumen Pribadi dari slide Narasumber. 

Sayangnya kerap kali kita luput bahkan mengabaikan petunjuk-petunjuk dari si anak ini. Anak “bibit penari” kita paksa tumbuh menjadi “pohon akuntan”. Anak “bibit pembalap” kita paksa menjadi “pohon bankir”. Anak “bibit pebasket” kita paksa menjadi “pengacara” . Akibatnya akan tercipta Akuntan, Bankir dan Pengacara yang “tanggung”, karena memang bukan itu bibit unggul mereka.

Bukankah ini impian kita selaku orangtua? Foto dokumen Pribadi dari slide Narasumber.

 

Minat

Dalam kamus Bahasa Indonesia adalah “kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu. Dalam Bahasa Inggris disebut “passion” atau gairah. Passion adalah minat kuat disertai keingan yang kuat.

Minat ini dapat lahir dari dalam atau dari luar diri seorang anak. Jika minat anak terhadap sesuatu tumbuh dari dalam, biasanya ia sendiri tidak dapat menjelaskan mengapa ia menyukai sesuatu. “Kenapa, ya? Pokoknya suka aja”. Minat “bawaan lahir” inilah yang seharusnya kita cari pada diri anak kita.

Minat juga dapat lahir dair luar karena pengaruh lingkungan, misalnya seorang anak ingin menjadi pemain bola karena ia lahir di Indonesia. Sebuah negara penggila sepak bola, ayah dan pamannya penggemar bola, ia pun tinggal di lingkungan dekat lapangan bola. Minat akibat pengaruh luar ini sebaiknya kita pisahkan, agar ank tidak memilihnya. Karena ini bukan “bibit original” anak.

Adalah Potensi Bawaan Lahir. Karena bawaan lahir, tidak ada bakat yang merupakan hasil bentukan. Bakat sudah ada sejak anak lahir. Setelah ditempa, barulah ia bersinar. Jadi kalau anak kita tidak berbakat menjadi petenis. Akan sia-sia memaksanya berlatih terus menerus untuk menjadi pemain tenis yang cermelang. Kelak ia akan menjadi pemain tenis yang tanggung.

Filosofinya adalah, bila anak kita ditakdirkan berbibit mangga. Jangan biarkan ia tumbuh menjadi pohon jeruk, karena buah jeruk sedang laris manis. Atau jangan bibit pohon guru, anak dipaksa menjadi pohon artis, hanya karena profesi artis menjanjikan keberhasilan instan.

Sayangnya, di Indonesia mungkin diantaranya kita para orangtua mengecilkan beberapa jenis bakat. Yang kita agung-agungkan biasanya bakat dalam bidang matematika, fisika, atau kimia. Bakat melukis biasanya kita anggap sekedar sampingan atau hobi. Padahal jika seorang anak berbakat melukis yah itulah bakat utamanya.

Bayangkan apa jadinya, jika Picasso dulu dipaksa kursus matematika mati-matian dan dikesampingkan bakat melukisnya? Pasti Picasso tidak akan menjadi peluis legendaris yang kita kenal hingga sekarang.

Apa jadinya jika Michael Schumacher dipaksa menjadi seorang bankir? Apa jadinya jika Michael Jordan dipaksa menjadi seorang Pengacara?

INGAT !! Potensi Unggul Anak adalah Potensi yang terbaik antara semua Potensi yang Ia Miliki.

APA SOLUSI CERDAS MERANCANG MASA DEPAN PUTRA/I KITA ?

  1. Berikan Stimulasi / Ransangan sejak dini.
  2. Mengetahui Tipe Gaya Belajar Bawaan.
  3. Mengetahui Tipe Kecerdasan Majemuk Dominan dan Sub Dominan, agar segera tahu Potensi Unggul  Anak.
  4. Tugas kita sebagai orangtua yang melakukannya.

 

Peran orangtualah Asuh, Asih dan Asah. Foto dokumen Pribadi dari slide Narasumber

 

Kami tamu undangan diperlihatkan video seorang anak bayi yang distimulus dengan metode Glenn Doman. Terbukti pada anak usia 2 tahun yang mendapat stimulus dari dalam kandungan. Oleh si Ibu sering dibacakan dongeng, diperdengarkan lagu classic atau kumandang rohani. Setelah lahir, sejak umur 8 bulan oleh si ayah sebelum berangkat kerja dan sepulang dari kerja dibacakan buku 2 halaman atau diajarkan membaca dengan metode Glenn Doman. Kedua orangtua ini melakukannya secara konsisten dan disiplin pada jam tertentu.

Bayi yang distimulus perkembangan sinapsisnya bermutiple sangat baik. Tidak heran bila diumurnya yang 2 tahun sudah dapat membaca dan bicara banyak kata. Foto dokumen Pribadi dari slide Narasumber.

Putri saya sudah bisa membaca pada umurnya 3 tahun 4 bulan. Menulis umur 4 tahun. Tipe belajarnya visual & kinestik. Susah sekali membuat dia betah duduk untuk belajar. Sebelum saya mengetahui tentang ini.

Anak yang tipe belajarnya tidak bisa diam, jangan disuruh diam.

Bayi yang distimulus, sinapsis syaraf otaknya akan tumbuh bermutiple.

Sinapsis yang bermutiple karena distimulus. Foto dokumen Pribadi dari slide Narasumber.

Bila tidak distimulus akan terjadi  atrofi yaitu pemangkasan seumur hidup (putus sinapsisnya). Atrofi ini juga terjadi setiap kita memarahin anak. 250 neuron langsung gugur rontok loh. Yuk sabar-sabar sama anak kita sejak mereka lahir.

Perusakan sinapsis syaraf juga bisa terjadi karena terkontaminasi pornografi, narkoba dan games gadget.  Jadi jangan bilang anak anda bodoh atau nakal. Allah itu menciptakan manusia lahiriah itu baik adanya. Apa yang ada pada anak kita itu ada peran dari kita. Jangan salahkan anak. Salahkan diri anda sendiri selaku orangtuanya.

Kebiasaan orangtua yang menyalahi ulah anak. Foto dokumen pribadi. Dari slide narasumber.

Pembentukan karakter itu 80% dari rumah. 20% dari luar. Jangan sampai terbalik, 80% dari luar 20% dari rumah.

Tegas dan Peduli. Sikap utama yang harus kuat di dalam anak tuk menghadapi ancaman dari luar. Foto dokumen Pribadi dari slide Narasumber.

Sudah pasti anak kita bisa ditangkap oleh lingkungan yang tidak baik terjerumus atau jadi korban karena tidak tegas. Jika anak kita belum diberi sistem imun dari kemungkinan terpapar konten pornografi meski hanya terlihat sekilas. Ia akan melihat itu sebagai pemicu gairah.

Berbeda dengan anak yang sudah dibekali gambar itu sebagai media ilmu secara science dari buku pengetahuan. Ia akan menilai “oh.. itu organ tubuh wanita “. Anak laki-laki ibu tidak akan kecanduan melihat gambar tubuh wanita. Kuatkan dulu anak kita dari rumah melalui nilai-nilai agama dan budi pekertinya.

Pengasuhan anak bukan hanya tugas ibunya. Tapi tugas kedua orangtua. Foto dokumen Pribadi dari slide Narasumber.

Bagaimana caranya? Stimulus dari kecil dengan bacaan-bacaan dan wejangan tentang itu.  Anak yang sejak dini diperkenalkan mainan pertamanya berbentuk buku Soft speaking book, akan lebih mencintai buku bacaan. Ia akan memilih buku sebagai hadiah yang terbaik. Daripada yang sejak awal diberi mainan dan gadget.

Orangtua yang aktif menstimulus anaknya dan dilakukan konsisten hasilnya untuk masa depan anaknya sendiri. Jadi banyak bicaralah pada anak dan bacakan dengan intonasi yang tepat. Foto dokumen Pribadi dari slide Narasumber.

Kebiasaan terbentuk sejak dari kecil. Masa emas anak itu 5 tahun pertama sejak bayi lahir.

Hafiz dan ibunya. Pengguna buku bacaan pustaka Groiler sedang berbagi kisah sukses dari membaca. Foto dokumen pribadi.

INGAT !! Tentukan dulu POTENSI UNGGUL ANAK, Baru tentukan Sekolahnya, Jurusannya, atau kursus apa yang mendukung anak meraih impiannya.

Berapa banyak dari kita yang tumbuh tanpa tahu apa sih sebenarnya bakat kita? kemudian hanya mengikuti saran orangtua. Atau malah terpaksa mengikuti pilihan orang tua karena dianggap jurusan itu adalah profesi yang bergensi?

Fakta membuktikan orang yang mencintai pekerjaannya akan jauh lebih sukses dari yang terpaksa. Foto dokumen Pribadi dari slide Narasumber.

Kami diberitahu mengenai kasus seorang anak mahasiswa yang sudah mau menghadapi skripsi menolak untuk membuat skripsi karena jurusan itu bukan pilihannya. Fakultas Hukum adalah pilihan sang ayah yang berprofesi menjadi Legal Konsultan. Setelah dibawa kepada psikolog, digali permasalahan dan potensinya. Ternyata benar anak ini bakatnya sesuai jurusan yang ia plih sejak awal, yaitu Design Grafis. Dan orang tua anak diberitahu untuk segera memutuskan memindahkan jurusan. Dan terbukti anak itu hanya membutuhkan waktu 3 tahun menyelesaikan studinya dan sekarang sudah hampir lulus dengan nilai prestasi yang baik.

Stop buang dana,waktu dan tenaga anda dan anak dengan percuma! 

Mungkinkah anak pindah jurusan?  Anak pindah jalur, ada beberapa hal yang dapat memicu ini:

  1. Proses stimulasi (pengenalan profesi) yang terlalu singkat dan kurang variatif.
  2. Proses uji coba bakat yang dijalani si anak terlalu singkat.
  3. Adanya tekanan orangtua terhadap anak dalam memilih profesi impiannya.
  4. Adanya pengaruh kuat dari orang-orang tertentu.

 

Pengertian Gaya Belajar dan Berbagai Macam Gaya Belajar.

  1. PENGERTIAN GAYA BELAJAR

Menurut Fleming dan Mills (1992), gaya belajar merupakan kecenderungan siswa untuk mengadaptasi strategi tertentu dalam belajarnya sebagai bentuk tanggung jawabnya untuk mendapatkan satu pendekatan belajar yang sesuai dengan tuntutan belajar di kelas/sekolah maupun tuntutan dari mata pelajaran.

Drummond (1998:186) mendefinisikan gaya belajar sebagai, “an individual’s preferred mode and desired conditions of learning.” Maksudnya, gaya belajar dianggap sebagai cara belajar atau kondisi belajar yang disukai oleh pembelajar.

Willing (1988) mendefinisikan gaya belajar sebagai kebiasaan belajar yang disenangi oleh pembelajar. Keefe (1979) memandang gaya belajar sebagai cara seseorang dalam menerima, berinteraksi, dan memandang lingkungannya. Dunn dan Griggs (1988) memandang gaya belajar sebagai karakter biologis bawaan.

Gaya belajar atau learning style adalah suatu karakteristik kognitif, afektif dan perilaku psikomotoris, sebagai indikator yang bertindak yang relatif stabil untuk pebelajar merasa saling berhubungan dan bereaksi terhadap lingkungan belajar (NASSP dalam Ardhana dan Willis, 1989 : 4).

Definisi yang lebih menjurus pada gaya belajar bahasa dan yang dijadikan panduan pada penelitian ini dikemukakan oleh Oxford (2001:359) dimana gaya belajar didefinisikan sebagai pendekatan yang digunakan peserta didik dalam belajar bahasa baru atau mempelajari berbagai mata pelajaran.

2. MACAM-MACAM GAYA BELAJAR

Tiga tipe belajar yang sering ditemui yaitu Visual, Audio dan Kinestik. Foto dokumen Pribadi dari slide Narasumber.
  1. Visual (belajar dengan cara melihat)

Lirikan keatas bila berbicara, berbicara dengan cepat. Bagi siswa yang bergaya belajar visual, yang memegang peranan penting adalah mata / penglihatan ( visual ), dalam hal ini metode pengajaran yang digunakan guru sebaiknya lebih banyak / dititikberatkan pada peragaan / media, ajak mereka ke obyek-obyek yang berkaitan dengan pelajaran tersebut, atau dengan cara menunjukkan alat peraganya langsung pada siswa atau menggambarkannya di papan tulis. Anak yang mempunyai gaya belajar visual harus melihat bahasa tubuh dan ekspresi muka gurunya untuk mengerti materi pelajaran. Mereka cenderung untuk duduk di depan agar dapat melihat dengan jelas. Mereka berpikir menggunakan gambar-gambar di otak mereka dan belajar lebih cepat dengan menggunakan tampilan-tampilan visual, seperti diagram, buku pelajaran bergambar, dan video. Di dalam kelas, anak visual lebih suka mencatat sampai detil-detilnya untuk mendapatkan informasi.

Ciri-ciri gaya belajar visual :

  • Bicara agak cepat.
  • Mementingkan penampilan dalam berpakaian/presentasi.
  • Tidak mudah terganggu oleh keributan.
  • Mengingat yang dilihat, dari pada yang didengar.
  • Lebih suka membaca dari pada dibacakan.
  • Pembaca cepat dan tekun.
  • Seringkali mengetahui apa yang harus dikatakan, tapi tidak pandai memilih kata-kata.
  • Lebih suka melakukan demonstrasi dari pada pidato.
  • Lebih suka musik dari pada seni.
  • Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis, dan seringkali minta bantuan orang untuk mengulanginya.

Strategi untuk mempermudah proses belajar anak visual :

  1. Gunakan materi visual seperti, gambar-gambar, diagram dan peta.
  2. Gunakan warna untuk menghilite hal-hal penting.
  3. Ajak anak untuk membaca buku-buku berilustrasi.
  4. Gunakan multi-media (contohnya: komputer dan video).
  5. Ajak anak untuk mencoba mengilustrasikan ide-idenya ke dalam gambar.
  1. Auditori (belajar dengan cara mendengar)

Lirikan kekiri/kekanan mendatar bila berbicara, berbicara sedang2 saja. Siswa yang bertipe auditori mengandalkan kesuksesan belajarnya melalui telinga (alat pendengarannya), untuk itu maka guru sebaiknya harus memperhatikan siswanya hingga ke alat pendengarannya. Anak yang mempunyai gaya belajar auditori dapat belajar lebih cepat dengan menggunakan diskusi verbal dan mendengarkan apa yang guru katakan. Anak auditori dapat mencerna makna yang disampaikan melalui tone suara, pitch (tinggi rendahnya), kecepatan berbicara dan hal-hal auditori lainnya. Informasi tertulis terkadang mempunyai makna yang minim bagi anak auditori mendengarkannya. Anak-anak seperi ini biasanya dapat menghafal lebih cepat dengan membaca teks dengan keras dan mendengarkan kaset.

Ciri-ciri gaya belajar auditori :

  • Saat bekerja suka bicara kepada diri sendiri.
  • Penampilan rapi.
  • Mudah terganggu oleh keributan.
  • Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan dari pada yang dilihat.
  • Senang membaca dengan keras dan mendengarkan.
  • Menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca.
  • Biasanya ia pembicara yang fasih.
  • Lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya.
  • Lebih suka gurauan lisan daripada membaca komik.
  • Mempunyai masalah dengan pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan Visual.
  • Berbicara dalam irama yang terpola.
  • Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, berirama dan warna suara.

Strategi untuk mempermudah proses belajar anak auditori :

  1. Ajak anak untuk ikut berpartisipasi dalam diskusi baik di dalam kelas maupun di dalam keluarga.
  2. Dorong anak untuk membaca materi pelajaran dengan keras.
  3. Gunakan musik untuk mengajarkan anak.
  4. Diskusikan ide dengan anak secara verbal.
  5. Biarkan anak merekam materi pelajarannya ke dalam kaset dan dorong dia untuk mendengarkannya sebelum tidur.
  1. Kinestetik (belajar dengan cara bergerak, bekerja dan menyentuh)

Lirikan kebawah bila berbicara, berbicara lebih lambat. Anak yang mempunyai gaya belajar kinestetik belajar melalui bergerak, menyentuh, dan melakukan. Anak seperti ini sulit untuk duduk diam berjam-jam karena keinginan mereka untuk beraktifitas dan eksplorasi sangatlah kuat. Siswa yang bergaya belajar ini belajarnya melalui gerak dan sentuhan.

Ciri-ciri gaya belajar kinestetik :

  • Berbicara perlahan.
  • Penampilan rapih.
  • Tidak terlalu mudah terganggu dengan situasi keributan.
  • Belajar melalui memanipulasi dan praktek.
  • Menghafal dengan cara berjalan dan melihat.
  • Menggunakan jari sebagai petunjuk ketika membaca.
  • Merasa kesulitan untuk menulis tetapi hebat dalam bercerita.
  • Menyukai buku-buku dan mereka mencerminkan aksi dengan gerakan tubuh saat membaca.
  • Menyukai permainan yang menyibukkan.
  • Tidak dapat mengingat geografi, kecuali jika mereka memang pernah berada di tempat itu.
  • Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka.
  • Menggunakan kata-kata yang mengandung aksi.

Strategi untuk mempermudah proses belajar anak kinestetik:

  1. Jangan paksakan anak untuk belajar sampai berjam-jam.
  2. Ajak anak untuk belajar sambil mengeksplorasi lingkungannya (contohnya: ajak dia baca sambil menggunakan gunakan obyek sesungguhnya untuk belajar konsep baru).
  3. Izinkan anak untuk mengunyah permen karet pada saat belajar.
  4. Gunakan warna terang untuk menghilite hal-hal penting dalam bacaan.
  5. Izinkan anak untuk belajar sambil mendengarkan musik.
Kecerdasan Majemuk Dominan dan Sub Dominan. Foto dokumen Pribadi dari slide Narasumber.

Kesimpulan Parenting Class hari ini :


Stimulasi dan persiapan itu asalnya dari rumah (peran orangtua).

Di lakukan harus konsisten. Seperti orangtua Agnes Monica yang sudah memberikan kursus nyanyi dan gerak tari sejak dini karena melihat talenta anaknya memang bernyayi. Ada bakat dan ada dukungan. Berbeda dengan seorang penyanyi yang berhasil karena sekedar mengikuti perlombaan tanpa bekal pembelajaran.

Orang sukses itu karena kreatif. 

Saya dan bersama Narasumber dan beberapa teman dari Komunitas Wajah Bunda Indonesia.


Semoga info ini bermanfaat. Terima kasih Bunda Fiki Maulani Founder komunitas Wajah Bunda Indonesia yang memberi kesempatan saya menerima sharing bermanfaat ini. Juga kepada narasumber Ibu Nyi Mas Diane W untuk sharingnya ilmunya yang bermanfaat.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai buku Pustaka Grolier dan harga. Bisa datang langsung ke Menara Thamrin Lt.8 Telp.021.39830012.

Untuk mendapat info Seminar, kerjasama Talkshow & Workshop, tentang:

  1. Dunia Parenting
  2. Pemantapan nilai-nilai dasar Pancasila
  3. Wawasan Nusantara.

Dapat menghubungi Ibu Nyi Mas Diane W. di nomer kontak 089603804145/ 087877301976 / 082213213376. E-mail : nyimasdiane@yahoo.com

 



Iklan

2 Comments Add yours

  1. nice post mbak, detail banget. khas mbak belinda deh..

    Suka

    1. belinda888kusumo berkata:

      Terima kasih Mba Fika sudah mampir. Tadinya mau dijadikan dua episode. tapi takut kelupaan seperti janjiku review Panti Asuhan Muslimin dan Kampung Rumah Joglo PR yang belum terselesaikan. Udah ada yang japri tanya. artikelnya blum mateng dari pohon. hahaha.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s