Aku dan Keluargaku.

Hai semua. Salam sehat dan damai sejahtera.

Kembali Belinda ingin berbagi kisah di sini tentang aku dan keluargaku. Artikel ini saya buat atas usul dari teman komunitas yaitu Mba Melysaluthiasari. Ternyata benar membuat artikel tentang keluarga itu lumayan nguras energi ya.  Tiga kali saya sudah hampir berhasil membuat artikel kemudian kehapus tanpa sengaja. Dan membuat saya jadi kehilangan mood menulis artikel ini. Giliran berhasil, saya kok merubahnya lagi dan lagi. Rasanya gimana gitu..mesti ceritain tentang mereka. As human being, nobodys perfect ya? Kesempurnaan kan hanya milik Allah semata.

Bicara tentang keluargaku, sudah ada yang pernah nonton film My Big Fat Greek Wedding yang direlease tahun 2002? Beginilah kurang lebih adikku Renaldo, menggambarkan keseruan dan keribetan kami ketika mau mengadakan acara keluarga. Keluarga kami ini sangking kompaknya, semua hal kecil aja dibahas dan diskusikan.

my-big-fat-greek-wedding-poster-e1450852863222
Poster Film My Big Fat Greek Wedding. Sumber dari Dateline.com

Keluarga kecil saya hanya bertiga, Saya, suami dan putri saya. Karena property yang kami miliki, kami tinggal nomaden tapi paling sering kami menempati rumah yang bersebelahan rumah dengan orang tua saya. Rumah yang dijadikan satu pekarangan dengan orang tua kami.  Karena putri saya semata wayang adalah cucu satu-satunya mereka. Dengan kata lain tinggal dalam keluarga besar. Ada tambahan Mama, Papa dan adik saya Renaldo. Kalau adik saya Laura dan suaminya menempati rumah mereka di Kelapa Gading.  Plus 5 jenis ras peliharaan kami. Ada 2 ekor mini pomerian, 1 ekor Sharpei, 1 ekor  Labrador dan 1 ekor Malamute. Sebentar lagi akan segera bertambah 2 ekor lagi, katanya, bujuggg kagak kurang banyak tuh? . Andai si pintar Elmaya jenis Great Dane (Scooby Doo)  dan Mastive ku  si Boss dan jenis Golden Retriever  Snoopy dan Bruno ku masih hidup. Wuahhh.. bentar lagi bisa bikin Rumah Guguk kw versi Jakarta nih keluargaku. Hehehe..

Ok back to keluargaku. Mama secerewet-cerewetnya seorang ibu, Mamaku itu Super Mom yang bisa segala masakan, pandai urus rumah, suami dan anak. Tapi jangan pegangin uang ke mama, karena pasti cuma sebentar dipegang segera dibelanjakan. Dari mama aku belajar berpuasa dan jadi tiang doa buat keluarga kecilku juga belajar jadi Smart Shopaholic  hahaha, balance lah ya. Kelebihan mama yang lain, mama selalu benar dalam banyak hal. Tuhan memang memberikan dia talenta radar untuk bisa memprediksikan sesuatu sebelum kejadian. Dahulu saya mengira mama begitu membatasi ruang gerak saya. Sekarang setelah menjadi seorang ibu…saya mengerti. Tidak ada yang lebih menyakitkan seorang ibu, selain Ia melihat anaknya disakiti teman-teman yang dikasihi anaknya. Mama hanya berusaha melindungi saya. Apa yang mama khawatirkan dan katakan tentang teman-teman saya, mana yang baik mana yang tidak baik dan harus dihindari, semua terbukti. Intuisinya yang tajam saya jadikan tempat bertukar pikiran. Saya belajar berdamai dengan masa lalu saya, tidak lagi menganggap mama sebagai monster cerewet tapi lebih ke penasehat dan ahli strategi. Oh ya, mama tukang kritik yang tajam setajam silet. Bila bicara mengenai hasil dapurku Bel’sKitchen. Anehnya dia komplain, kok si mama nambah mulu ya.. hahaha berarti udah enak dong. Jadi di sini siapa pembaca yang masih punya mama? Sayangi mamamu ya.. jangan pernah ragukan intuisinya.

Kalau Papa, itu bawaannya tenang. Papa teman pertama dirumah. Selain suamiku, papa orang selalu jadi penengah kalau mama sama aku berdebat. Kita itu ternyata kompak dalam banyak hal. Sampai debat kusir aja kompak.. hahaha. Kembali ke Papa, dari Papa aku belajar untuk kerja keras raih prestasi baru bisa bersenang-senang. Sama seperti Mama, Papa juga hobi kulineran dan suka masak juga. Masa kecil saya dulu sering dibawa makan hotel to hotel, restauran ke restauran, sampai warung tenda kaki lima pun pernah. Dulu mereka seperti punya dunianya sendiri. Kalau habis nyobain masakan langsung deh, bisik-bisik diskusi berdua. Saya dan adik-adik seperti berbahasa lain dengan mereka. Ternyata setelah besar, saya tahu mereka itu sedang mendiskusikan bumbu masakan menu yang mereka icip itu. Kirain bahasa planet mana itu. Hahaha…

Keluargaku itu paling suka berfoto, tapi setiap foto pasti selalu ada saja yang tidak ikut di foto. Saya hanya punya dua moment foto kami lengkap, waktu pernikahan Laura adikku dan liburan Natal tahun lalu.

Belinda Family 2
Keluargaku, Libur Natal 25 Desember 2016. Foto dokumen pribadi.

Sama seperti si Papa, Suamiku juga pembawaannya tenang. Hobinya yang doyan nonton bioskop, paling cocok deh sama aku. Jadi ada hiburan tetap bulanan kalau waktunya memungkinkan pas ada film yang bagus juga. Tidak usah minta pasti diajak. Cihuyy. Dia pria paling tidak romantis sepanjang sejarah perjalanan kisah asmara saya. Tapi paling tahu bagaimana membahagiakan saya. Sedikit heran, bagaimana dia tahu apa yang saya perlu. Kalau ke mall itu perasaan saya tidak pernah stop mampir lihat-lihat deh. Soalnya dia itu pria modis yang paling sederhana dan jarang shopping. Ya eyalah sekalinya dia shopping… dia akan beli yang terbaik. Sedikitpun saya tidak akan protes, wong dia yang mencari nafkah, itu haknya toh? Tapi apa yang saya lagi inginkan dan benar-benar butuhkan, sepertinya dia tahu. Tahu-tahu dia udah beliin aja tuh. Amin ya pemirsahhh. Nah kalau sudah tidur, ada Tornado aja kayanya tidak bangun tuh. Kadang sampai ulang-ulang saya goyang. Bikin khawatir aja, kasian sudah terlelah dia. Paling suka juga kalau dia lagi bantu urus putri kami. Mantappp dah ayah siaga yang satu ini. Tapi jangan kalau sudah ngambek, didiemin bow daku. Kok bisa ya dia betah kagak bicara?. Kalau saya nih, kalau tidak ngomong… yah harus nguyah, hahaha.

Putriku, ini anak hebat banget eui. Dia sahabat terbaik yang pernah ada.  Darinya saya belajar banyak hal. 4 tahun terakhir ini kami melewati masa-masa sukar bersama, kami saling menguatkan satu dengan yang lain. Dia titipan Allah dan sekaligus menjadi Why ku untuk meraih prestasi. Anak yang baik dan nurut nasehat orang tua. Tapi hati-hati sama dia, dia kritis sekali. Segala yang baik diajarkan di rumah akan dia bawa ke luar, begitu juga yang baik dari sekolah akan dia bawa kerumah. Jadi jangan kaget kalau dia kritik dan melarang orang untuk menyelak pembicaraan.  Jangan heran kalau dia bisa lugas menyatakan pendapatnya, karena kami orang tuanya memang mengijinkan haknya untuk mengutarakan pendapat, tentu dengan cara yang baik dan sopan ya.

Dua adik saya juga demen kulineran dan travelling. Mereka bagaikan perangko dan amplop. Kemana-mana berdua, saya yah ditinggal aja gitu. Tapi kalau liburan keluarga udah pastilah kita ramai-ramai seseruan  bersama. Adikku yang pertama sekarang sedang mengambil S2 Teologia. Semoga dia bisa segera lulus dan dilayakkan untuk menjadi pelayan Tuhan yang sejalan kehendakNya. Dan segera mendapat teman hidup yang sepadan dan takut akan Tuhan. Amin

Untuk adikku yang kedua. Beuh…si juara kelas satu ini. Bikin minder aja kalau lagi bagi raport. Namanya anak-anak ya. Nah kalau sama adik-adik, di waktu kecil kita itu bagaikan Tom & Jerry . Dahulu kalau kita berantem, tidak ada yang berani sampai Papa pas pulang kerja. Karena kalau kebablasan… semuanya  sudah pasti dihukum. Sekali, dua kali, sampai beberapa kali, akhirnya kita berhasil ditaklukan papa dan diedukasi. Pesan papa dan mama melekat sampai hari ini. Kalian itu bersaudara, sudah sepantasnya kalian saling mengasihi dan kompak. Sampai saat ini pun kami, jaga amanah orang tua kami ini. Yang pasti sih, aku senang jadi kk mereka berdua. Untuk adikku Laura dan suaminya Jose. Semoga segera dipercayakan dan dipersiapkan secara lengkap tuk terima berkat titipan Allah yaitu baby mungil yang lucu, sehat dan pintar seperti kedua orang tuanya. Amin. Doaku untuk  semua anggota keluargaku terkasih selalu.

Beginilah keluarga kecil si Doel eh si mungil Belinda. Rame bagaikan gado-gado.

Iklan

14 Comments Add yours

  1. Melluthi berkata:

    Seru ya keluarganya mba belinda, kalo aku kebalikanny a mba, aku lebih dekat dengan mama. Kalo sama bapakku, karena orangnya tegas jd aku agak2 sungkan untuk ngobrol, tp semenjak bpkku ga kerja lagi, dan sering dirumah, baru lah beliau agak lunak hatinya dan sering ajak komunikasi dengan anaknya

    Suka

    1. belinda888kusumo berkata:

      Rumah Mama Mba di Bandung. Seger ya Mba udaranya. Senangnya aku Mba dekat dg sosok ibu dan bisa dekat dg sosok ayah. Sama bersyukurnya aku akhirnya bs dekat dg sosok mama ku.

      Disukai oleh 1 orang

      1. Melluthi berkata:

        Betul mba dibandung, kalo bukan karena ikut suami, aku mau pindah dr bandung, tp di jakarta malah temanku lebih banyak dari pada dibandung, hejehe.

        Suka

  2. herva yulyanti berkata:

    Ah rame bingits mba Bel, sayangnya ibuku uda ga ada hehe klo masih ada pasti tambahlah lengkap kebahagiaanku sekarang. Smg keluarga mb Bel selalu sehat dan berbahagia sll aamiin ^^

    Suka

    1. belinda888kusumo berkata:

      Terima kasih doanya adikku cantik. Turut berduka untuk ibumu yah sayang. Semoga ibumu mendapat tempat di rumah Allah. Kita semua nanti bertemu di sana Amin. Doa yang sama buat adikku cantik. Sehat2 juga berbahagia selalu buatmu & keluarga di sana ya.

      Suka

  3. pantes mbak bel well manner, well educated and good communication, karena ternyata kedua orang tuanya pun begitu. buah ga jatuh jauh dr pohonnya,dan sepertinya si cantik crista jg akan tumbuh jadi wanita elegan seperti mama dan neneknya..

    Suka

    1. belinda888kusumo berkata:

      Terima kasih sudah mampir ke blogku dan jejak. Terima kasih buat penilaiannya. Ini jadi pengingat bagiku sekaligus amanah untuk selalu bisa menjaga sikap dan tutur kata dimnpn aku berada. Bahkan dalam keadaan marah sekalipun jd diingatkan harus beretika dan santun.

      Suka

  4. EchiZhou_Desi berkata:

    Keluarga bahagia…. pola didik yg baik akan menghasilkan buah yg baik

    Suka

    1. belinda888kusumo berkata:

      Terima kasih sudah mampir 😉

      Suka

  5. endahmarina berkata:

    Aku belom pernah nyobaim kue dari belskitchen 😢😢😢… salam seru utk keluarga mbak belinda yaaa… seorang ibu itu rata2 cerewet ya mbak tapi cerewetnya sangat baik untuk anak2nyaa… ibu aku pun sama ,cerewet banget tapi emang baik utk aku …

    Suka

    1. belinda888kusumo berkata:

      Iya, cerewet mah seorang ibu biasa, namanya perduli sama anak, kadang khilaf dan pas lagi ribet sendirian,tanpa sadar. Tapi aku berusaha tuk ke ankku tidak merusak telinganya juga menusuk hatinya. tidak mau sejarah keulang. he3.

      Suka

    2. belinda888kusumo berkata:

      Betul. Itu juga yang kurasakan. Kl tdk dicerewetin si mamahku aku tdk mungkin bs seperti skrng ini. Pasti lemot super duper tanpa didikn mama. Hahaha

      Suka

  6. liannov berkata:

    Putri ny persis bunda ny berarti y…seneng liat kluarga mba bell kompak slalu

    Suka

    1. belinda888kusumo berkata:

      Terima kasih sudah mampir ke blogku. Aminn semoga bisa selalu kompak dengan putriku.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s