Cara Selebriti Melawan Kanker

Hai semua. Salam sehat dan damai sejahtera.

Kembali Belinda hadir berbagi info, yang saya dapat dari mengikuti acara Talk Show dengan tema “Cara Selebriti Melawan Kanker” dengan Bintang Tamu Aldi Taher dan Ria Irawan. Nara sumber semua di e-flyer undangan adalah Dr. Dr. Samuel Haryono Sp.B (Onk). Namun digantikan oleh dr. Afrimal Syarafudin Sp.B (Onk).  Moderator kita dalam acara ini adalah Bapak Rury Masrur,  Pemimpin Redaksi Tabloid Bintang Indonesia.

Moderator beserta narasumber. Foto dokumen pribadi. Sumber dari video di Instagram Tabloid Bintang.

Bintang Fun Talkshow : “Cara Selebriti Melawan Kanker” 

2 hari berturut sejak hari Rabu lalu saya mengikuti acara yang bertemakan kanker. Mengapa saya mengikuti dua acara ini? karena kakek saya Joseph Francois Sompotan , ayah dari ibu saya meninggal karena kanker usus. Sementara nenek saya Eveline Hilda Koagow, ibu dari ibu saya meninggal karena kanker tulang pada kakinya. Keduanya tampak begitu sehat. Hingga penyakit mereka diketahui telah stadium 4 dan 3.

Kami sekeluarga sampai saat ini masih heran bagaimana mungkin nenek saya yang guru senam, menjaga asupan makannya dengan banyak makanan buah dan sayur ternyata masih bisa terkena penyakit ini. Kalau saja oma waktu itu tidak ditabrak  lari, mungkin kita tidak bakal tahu kalau tulang kanan kaki oma sudah terserang kanker. Saat habis ditabrak lari oma yang terjatuh segera dibawa ke rumah sakit terdekat meski tidak ada luka darah. Dari sana oma tampak kembali seperti biasa namun dua bulan kemudian oma tampak sering linu kesakitan di bagian kaki. Hasil pemeriksaan menyatakan oma sudah terkena kanker.

Berbeda dengan opa yang ketika sakit, sedikit rada minta perhatian khusus. Tidak demikian dengan oma saya. Oma tampak lebih tegar dan tidak mau menyulitkan anak cucu mantunya. Tidak pernah saya lihat oma mengeluh. Namun oma lebih cepat dipanggil daripada opa sejak dinyatakan menderita kanker. Saya hancur sekali saat itu. Karena oma satu-satunya sosok yang paling dekat dengan saya. Saya seperti kehilangan sosok yang mengayomi dan tempat bertukar pikiran. Saat oma sakit, oma ada beberapa kali mengeluarkan kalimat yang menyakiti hati saya. Rasanya oma membenci saya. Kata orang, hal seperti ini biasa terjadi agar saya tidak begitu kehilangan ketika oma tiada nanti. Justru sosok opa yang lebih dekat dengan adik saya, saya diijinkan Tuhan dekat dengan opa sebelum kepergiannya. Opa senang sekali menunggu saya hadir di kamarnya di rumah sakit, untuk saya menyanyikan lagu-lagu pujian penyembahan. Saya hanya bisa berhenti menyanyi bila opa sudah benar-benar tertidur lelap.

Acara yang semula dijadwalkan jam 12.00 WIB. Akhirnya dimulai tepat pukul 14.00 WIB. Kami semua sudah kedinginan di ruang hall saat itu. Sambil menunggu dr. Samuel hadir, moderator mempersilahkan bintang tamu pertama Ria Irawan membuka sesi dengan berbagi kisahnya suasana menjadi hangat karena kami semua begitu antusias mendengar kisahnya.

Saya bersama Ria Irawan. Foto dokumen pribadi.

Mba Ria Irawan itu dahulu awalnya hanya mengalami Endometriosis. Cek apa itu Endometriosis di artikelku Sistem Reproduksi Wanita. Saat itu Ia takut memeriksakan kesehatan tubuhnya karena takut dicibir. Padahal endometriosis itu bukan penyakit karena pergaulan bebas loh. Hanya karena Ia seorang publik vigur yang masih single Ia memilih tidak berobat di Indonesia. Yuk kita stop memberi label kepada siapapun yang kita temui tanpa tahu duduk perkara sebenarnya. Kita bisa selamatkan mereka yang lebih membutuhkan dukungan kita daripada menjerumuskan mereka ke level penyakit yang lebih parah. Akhirnya karena tidak ditangani Endometriosisnya  hingga tuntas, tidak lama setelah itu Mba Ria di diagnosis ada Kanker. Kemoterapi dan pengobatan segera dijadikan, hingga Mba Ria harus merelakan diangkat rahimnya karena Kanker. Dari sang tante periset tentang Kanker Mba Ria mendapat kemudian pertama kalinya. Selain teman-teman. 

Dari Mba Ria saya belajar untuk tegar dan selalu tertawa ketika sakit. Karena orang yang menderita kanker perlu dua hal ini untuk melawan penyakitnya. 

Untuk videonya mohon maaf sebelumnya,  cara  pengambilan video saya salah framing. Saya lupa mengambil secara horizontal. Videonya saya buat separate vertical. Jadi tidak nyaman untuk di tonton  melalui layar desktop. Kecuali menggunakan telepon genggam. Tapi buat yang mau sekedar dengar bisa lihat di link ini Video amatir Bintang Fun Talkshow : “Cara Selebriti Melawan Kanker”. Rekaman pribadi. 

Ketika Aldi Taher mengetahui dirinya pertama kali didiagnosa ada Kanker Limfoma. Yang Ia rasakan dunia sepertinya hancur. Sang istri yang mendampingi memberi semangat dengan megingatkan Aldi untuk punya semangat sembuh demi anak mereka. Aldi merahasiakan  penyakitnya dari ibunya yang sedang sakit dan media karena takut tidak dipercayakan pekerjaan lagi. Ia bgitu takut menghadapi kewajiban biopsy. Berkat dukungan Istri, Mba Ria Irawan dan survivor kanker di komunitas,  akhirnya Aldi memberanikan dirinya melakukan pengobatan Kemoterapi. Yang ternyata menurutnya tidak seseram yang semula Ia bayangkan. Aldi melakukan secara bertahap dan sudah 6 kali Kemoterapi. Pesannya semakin dini semakin baik. Dari Aldi kita belajar untuk iklas dan menganggap penyakit yang dipercayakan Allah kepada kita sebagai anugrah. 

Aldi Taher bersama kami. Foto dokumen milik Ibu Khania dari komunitas Wajah Bunda Indonesia.

Dari talk show hari ini  ada beberapa hal yang saya simpulkan berdasarkan pengalaman narasumber:

Jangan menyangkal penyakit bila dinyatakan secara medis. Segera lakukan perawatan medis. – Aldi Taher-

Jangan takut untuk melakukan biopsi, kemoterapi, dan radiasi. Karena semakin kita menunda pengobatan, semakin sel kanker menyerang organ tubuh lainnya.  – dr. Afrimal-

Di negara manapun baru pengobatan mainstream yaitu Kemoterapi jalan satu-satunya. Belum ada jalan lain. Percuma habiskan uang untuk pengobatan alternatif, ke dukun-dukun dengan memindahkan ke media telurlah, kambinglah. Penyakitnya tetap ada. -Ria Irawan-

Belilah obat resmi jangan beli online, agar tidak tertipu. -Ria Irawan-.

Herbal justru makanan bagi si sel kanker. -dr. Afrimal-

Pasien kanker harus menghindari lingkungan atau hal yang membuatnya stress. Hanya diri kita sendiri yang bisa menghibur kita sendiri. Kita punya hak memblokir kolom komen di sosial media milik kita pribadi untuk menghidari kita emosi -Ria Irawan-.

Iklan

3 Comments Add yours

  1. herva yulyanti berkata:

    Nice sharing mba Bel 🙂 seru acaranya dapet ilmunya juga

    Suka

    1. belinda888kusumo berkata:

      Your Welcome Bun Herva.

      Suka

  2. Munasyaroh F. berkata:

    Kanker memang penyakit yang menakutkan, penyebaran ya juga merata dari orang biasa hingga artis ternama. Terima kasih sharingnya

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s