Resensi Buku “Mulia Sebagai Perempuan”.

Hai semua, salam sehat dan sejahtera.

Kembali Belinda hadir memenuhi janji saya kemarin. Berikut resensi Buku “Mulia Sebagai Perempuan”.

Bahagianya memiliki buku ini. Foto milik Penulis.

 

  1. Informasi Buku:

Judul : Mulia Sebagai Perempuan, Kisah Kehidupan yang Menginspirasi

Penulis : Maria D. Adriana

Editor : Artini

Desain sampul : Apat

Penata letak : Apat Supriyono

Penerbit : Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat bekerja sama dengan  Panitia Hari Pers Nasional (HPN) Pusat 2017

Diterbitkan tanggal : 9 Februari 2017

Cetakan 1

No. ISBN : 978 602 807543 5

Halaman : 86

Harga : Rp.25.000,-

Jenis Cover : Soft Cover

Kategori : Pengembangan Diri

Text Bahasa : Bahasa Indonesia

 

  1. Pendahuluan:

Buku ini berisi tentang 16 perempuan beruntung yang memiliki peluang untuk mengaktualisasikan dirinya. Dengan berbagi kisah mereka diharapkan wanita dapat mempertegas gambaran bahwa perempuan adalah sosok yang unik, tegar, mampu berbuat untuk diri sendiri, keluarga dan orang banyak. Mempunyai hak yang sama seperti kaum pria untuk mengangkat harkat dirinya dan memuliakan keperempuanannya berapapun usianya.

Penulis buku ini adalah mantan wartawan senior yang kini menjabat sebagai Redaktur Internasional LKBN Antara (2013-sekarang). Saat ini aktif sebagai pengajar jurnalistik di Lembaga Pers Dr. Sutomo (LPDS), Dewan Pers dan di LPJA. Seorang penguji Standar Kompetensi Wartawan. Anggota Kelompok Kerja bidang Pendidikan Dewan Pers dan Editor Buku. Yang segera  akan menghabiskan masa pensiunnya dan pindah ke NTT untuk membuka sekolah di sana.  Hampir sama dengan buku tentang sosok wanita yang menginspirasi lain yang pernah ada, seperti 42 Kisah Wanita Inspiratif Indonesia , penulis  Risty Arvel, Ocha Thalib, Nenny Makmun, dkk. Bahasa dalam buku ini cukup naratif. Jumlah halaman tiap kisahpun tidak terlampau panjang, membuat pembaca tidak terlalu bosan menelusuri tiap lembarnya dan dapat diselesaikan dalam waktu singkat.

 

  1. Sinopsis (Ringkasan Isi Buku):

16 tokoh wanita dalam buku ini berasal dari latar belakang yang berbeda. Ada yang sudah terkenal secara nasional bahkan internasional. Ada yang baru dikenal dalam lingkungan yang lebih sempit. Tetapi semua memberi andil yang berarti bagi lingkungannya. Berasal dari berbagai latar.

 

  1. Isi review:

Kisah Ketiga : Angelika Arminingsih LaScola, mengubah duka bagi kebaikan sesama.

Kisah Keempat : Diah Kusumawardani Wijayanti, darinya kita belajar mencintai budaya, memiliki program kerja, dan berbagi dengan sesama.

Kisah Kelima : Dolorosa Sinaga, perempuan pemahat generasi ketiga yang berani menentang arahan sang ayah  dan memilih jalan hidupnya sendiri dalam bidang seni dan berhasil.

Kisah Ketujuh : Hana Tri Maharani, karena keingintahuannya toksikologi Ia menjadi penasehat tentang penanganan bisa ular dan satwa laut  berbisa.

Kisah Kedelapan :Hermandari Kartowisastro, usia 73 tahun tidak menghambatnya untuk meraih mimpi.

Kisah Kesembilan : Maria Imaculata Nudu, mencatat sejarah melalui syair.

Kisah Kesepuluh : Ina Setyawati Liem, menyelamatkan siswa siswi pencari sekolah bersama dengan orang tua mereka memilih jurusan dan universitas yang benar.

Kisah Kelimabelas : Rosmindar, korban Tsunami Aceh yang dikenal sebagai “Sang Luka Yang Menyelamatkan”.

Mau tahu kisah lainnya? Yuk beli bukunya.

Quote of women. Photo source askideas.com
 

  1. Kesimpulan dan Penutup:

Semua narasumber dalam buku ini memiliki kesamaan dalam meraih pencapaian mereka yaitu keberanian dalam menentukan sikap, langkah untuk menapaki masa depan mereka seperti yang mereka mau dan dapat memainkan multi perannya dengan baik. Kisah mereka bukan hanya mengundang lebih banyak perempuan lain untuk mengikuti langkah mereka, tetapi juga bagi kaum pria. Dibandingkan buku lain serupa, sebagian besar wanita di buku ini adalah orang berpendidikan tinggi dan hampir semua sudah diapresiasikan keberhasilannya. Berbeda dengan narasumber di buku  “Hidup yang Lebih Berarti karya 20 blogger Kompasiana” narasumbernya tidak semua wanita. Bahkan ada yang tidak mengenyam pendidikan tetap bisa memperdayakan Indonesia.

Layaknya buku-buku lain, sebagai karya manusia yang selalu ada celah cela, buku ini pun menyelipkan kesalahan ketik, ejaan dan pemakaian kalimat efektif di beberapa bagiannya. Sebagai asupan gizi bagi hati, buku ini layak direkomendasikan bagi para wanita Indonesia yang haus akan keteladanan yang dapat dengan mudah dijumpai di sekitar mereka.

Quote of Serena Williams. Photo source from Pinterest.

Saat ini buku yang telah tercetak sudah habis dan akan segera dibuat cetakan terbaru. Saya kemarin hanya melihat sebagian sisa dari cetakan pertama. Saya akan segera update, nomor kontak yang dapat dihubungi untuk membeli buku ini. 

Semoga info ini bermanfaat. 

(Belinda Kusumo)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s