Liputan Bedah Buku “Mulia Sebagai Perempuan”

Hai semua, salam sehat dan sejahtera.

Belinda kembali ingin berbagi tentang kegiatan saya pada hari Sabtu tanggal 4 Maret 2017 yang lalu di Studio 1-2, Lantai 2, Gedung Graha XL, Mega Kuningan.

16908106_261490274277451_7482121672909127680_n
Flyer Info Undangan. Sumber dari Instagram SisternetID.

Saat itu saya peserta yang pertama hadir dari komunitas saya Wajah Bunda Indonesia.

Sambil menunggu peserta lain. Penulis foto bersama banners. Foto milik Penulis.

Saya melihat sudah ada kurang lebih lima orang peserta yang sudah hadir lebih dulu dari komunitas lain. Kami berbaris antri untuk regristrasi ulang dan menerima pounch hijau cantik yang saya jadikan tempat alat tulis saya yang baru. Terima kasih Sisternet.

Buku “Mulia Sebagai Perempuan”, Pounch Cantik Merchandise dari Sisternet dan Voucher Elevania. Foto milik Penulis.

Acara dibuka oleh Mba Astri yang menjelaskan kepada kami yang baru hadir pertama kali ke acara #sistermenulis mengenai kegiatan yang pernah diadakan oleh Sisternet. Selama ini Sisternet academy berusaha memberdayakan perempuan dengan berbagai skill dan pengetahuan yang berguna bagi kehidupannya. Sisternet telah bekerjasama dengan berbagai merek produk kecantikan untuk beauty class academy seperti salah satunya Wardah. Sisternet pernah mengadakan kelas fotography academy yang bekerjasama dengan Nikon. Saat itu pembicaranya Rio Motret dan Martha Suherman. Yang akan datang tanggal 18 Maret 2017 Sisternet akan megadakan Cooking Academy dan food fotography untuk membantu sisternet mendapatkan income tambahan dan pada tanggal 21 April 2017 yang akan datang Sisternet berencana untuk mengangkat tema pendidikan. Yuk pantengin terus updatenya, jangan sampai ketinggalan dan kehabisan seat.

Acara hari ini adalah kerjasama @akutahu.com @belantarabudaya @khaskita
Mas Luhut dari akutahu.com menjelaskan sedikit mengenai ini. Akutahu.com adalah aplikasi anak bangsa yang berasal dari UnPad, UGM dan ITB yang perduli tentang postingan di media sosial yang positif dan menginspirasi. Dalam waktu 3 bulan sejak hadirnya aplikasi ini sudah terdata 2400 orang yang mendownload aplikasi ini dan sudah memiliki subcriber lebih dari 1000 orang loh. Misi aku tahu.com memberikan info mengenai sosial,pendidikan  khususnya yang menginspirasi generasi muda.

Mba Diah Kusumawardani Widjayanti adalah moderator acara hari itu. Ia adalah founder Yayasan Belantara Budaya yaitu yayasan yang memberikan kelas gratis menari dan bermusik tradisional gratis bagi anak-anak dan ibu-ibu.

Wefie bersama moderator hari ini Diah Kusumawardani Wijayanti. Foto milik Penulis.

Pembicara kita hari in adalah Mba Maria D Adriana, penulis buku “ Mulia Sebagai Perempuan – Kisah Kehidupan yang Menginspirasi” Beliau adalah Redaktur Internasional LKBN Antara.

Ketika ditanya oleh Mba Diah mengapa memakai kata Mulia? Karena menurutnya bila ingin menulis ala jurnalis, sebuah judul itu “harus Eye Catching”. Ia memakai kata Mulia karena Ia ingin orang membaca judul bukunya tertarik membaca isi buku itu. Saat buku ini hendak diterbitkan, kata Inspiratif saat itu sudah banyak dipakai menjadi judul buku. Diantaranya Ia sendiri sudah berhasil membuat sebuah buku yang dalam judulnya sudah memakai kata Inspiratif. Jadi rasanya tidak pas menggunakan kata yang sama di judul bukunya yang ini. Namun tetap Ia sertakan kata inspiratif menjadi menginspirasi. Menurutnya dengan seorang wanita berhasil menjaga harga dirinya, itu sudah dapat dikategorikan mulia.

Sebenarnya ada 30 nama wanita yang semula ingin Ia agendakan masuk ke dalam buku ini, namun karena beberapa hal, akhirnya yang berhasil dihimpunnya dalam buku ini hanya 16 nama wanita.

Buku ini dia buat dalam rangka Hari Pers Nasional tahun 2017 yang diadakan di Maluku, tanggal 9 Februari 2017 yang lalu. Setiap Hari Pers akan ada 25 buku akan dibantu penerbitannya bila disetujui proposalnya. Tahun ini, kali kedua proposal bukunya disetujui. Tahun lalu proposalnya pun berhasil disetujui dengan mengambil topik tulisan pelajaran tentang hubungan masyarakat dan wartawan.

Sisternet 1
Saya berfoto bersama penulis buku “Mulia Sebagai Perempuan,Kisah KEhidupan yang Menginspirasi” Ibu Maria D. Andriana. 

Setelah sesi bedah buku ada 5 pertanyaan dari peserta tamu yang hadir saat itu. Berikut pertanyaan mereka beserta jawaban Ibu Maria dari setiap pertanyaan:
1. Tips mencari narasumber atau topik? Pasang telinga lebar-lebar dan buka mata. Inspirasi topik atau narasumber itu bisa terbuka kapan saja dan dimana saja. Seperti saat Ia mendapat info di kereta api ketika berinteraksi dengan tetangga duduknya. Menurutnya manusia itu sejatinya mahluk sosial. Berinteraksilah dengan siapupun yang memungkinkan mau berinteraksi dengan kita. Siapa tahu suatu hari dari merekalah kita bisa mendapat topik yang terbaik atau narasumber terbaik.
2. Bila untuk mewawancarai narasumber itu menggunakan uang pribadi. Bagaimana dengan narasumber yang jauh diluar pulau? Dalam mengatasi keterbatasan dana, namun harus mewawancarai narasumber yang berada di Papua misalnya, Ia memanfaatkan teknologi seperti Skype, demi menghemat anggaran karena tiket perjalanan udara kesana itu harganya cukup mahal, sekali perjalanan.
3. Dalam melakukan kegiatannya yang positif termasuk membuat buku ini. Tentu menghadapi gunjingan. Bagaimana tips menghadapi gunjingan? Menurutnya dalam hidup ini sebaik apapun kita buat, pasti akan selalu ada yang menggunjingkan khususnya mereka yang iri pada pencapaian kita. Tipsnya dalam menghadapi isu negatif, kita pikirkan ”Yang kita buat ini sudah baikkah? sudah Positifkah? Selama itu baik, bagi diri sendiri dan orang banyak, diam saja tetap fokus lakukan apa yang baik”.
4. Berapa lama mengerjakan sebuah buku, ada targetkah? Setiap penulis harus punya target kapan Ia akan menyelesaikan tulisannya sebelum Ia ingin menulis suatu artikel atau buku lainnya. Namun ada kalanya ketika Ia sedang mengerjakan sebuah tulisan tiba-tiba Ia membuat tulisan yang baru. Hal ini wajar-wajar saja untuk penyegaran. Tetapi tenggang waktu itu tetap harus ada dan harus kita sendiri yang penuhi.
5. Ada rencanakah untuk membuat buku lanjutan dan mengisi buku kedua ini dengan 14 wanita yang belum sempat masuk ke buku pertama? Ada.
6. Adakah rencana untuk menulis buku kisah inspiratif yang figurnya anak-anak atau remaja supaya mereka mau membaca dan terinspirasi? Ada. Nantinya mungkin akan disertai gambar, bekerjasama dengan para kartunis pembuat manga atau komik.

Foto bersama para Sisters dari Sisternet. Foto milik Khania.

Setelah acara selesai, kami disuguhi makan siang box. Wow ini ternyata produk frozen food salah satu produk lain terbaru dari Sisternet loh. Nikmat sekali rasanya. Sebentar lagi akan segera dibuat aplikasinya. Kita bisa order delivery ke rumah 1 boxnya harga Rp.35.000,- kalau tidak salah dengar dan kabar baiknya ada rencana untuk dibuka rekanan dengan para sister yang mau dagang usaha frozen food ini.

Untuk varian rasanya cukup variatif sayang Penulis terlalu fokus makan dan lupa mencatat terlalu pede pasti hafal eh sampai rumah lupa,hehehe. Bahkan salah satu rute penerbangan dalam negeri sudah bekerja sama dengan Sisternet menyajikan produk ini dalam penerbangannya.

LunchBox Sisternet 4 Maret 2017 foto by Belinda
Produk Frozen Food ini salah satu produk baru Sisternet yang akan bisa segera ditemukan dalam aplikasi. Foto milik Penulis.
LunchBox Sisternet 4 Maret 2017 foto 2
Suasana sesaat sebelum menikmati makan siang. Foto milik : Khania 

Semoga liputan kali ini bermanfaat buat pembaca. Mau tahu sekilas info mengenai buku ini? Pantengin terus blog ini, besok saya akan bagikan ulasannya.

(Belinda Kusumo)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s