Liputan Aksi Sosial Komunitas Food For All Indonesia Perdana.

Hai Semuanya salam sehat dan damai sejahtera.

Kembali Belinda disini hadir membawa berita sebagai pemenuhan janji saya terdahulu. Tapi untuk liputan tentang Yayasan tempat acara amal sosial akan saya berikan selepas liputan acara ini ya.

Berikut liputannya, semoga ada manfaat dari liputan ini.

Kolaborasi dan sinergi yang mendatangkan kebaikan.

Seperti dijelaskan pada Liputan Komunitas di blog saya terdahulu, dengan judul Komunitas Food For All Indonesia. Pagi hari pada hari Jumat yang lalu tanggal 24, February 2017 bertempat di Yayasan Rumah Piatu Muslimin. Jl. Kramat Raya no.11,Jakarta Pusat 10450. Tepat pukul 09.00 WIB gelar acara aksi sosial yang dibalut kelas memasak program kerjasama antara Komunitas Food For All Indonesia bersama Yayasan Rumah Piatu Muslimin, para Sahabat Misi dan Sahabat Visinya berhasil terselenggara dan berakhir sesuai jadwal yaitu pukul 13.00 WIB.

Design projector dan flyer acara yang saya persiapkan. Foto milik : Penulis.

Puji syukur yang tak terkira pertama kami ucapkan kepada Allah karena kami tahu bukan kuat gagah kami yang menjadikan program kerja pertama ini berhasil. Tapi itu semua karena campur tangan dan terjadi sesuai kehendakNya. Biar segala pujian kami kembalikan kepada Allah saja karena hanya DIA lah yang layak terima segala hormat dan pujian.

Dalam program kerja pertama aksi sosial amal yang diadakan komunitas kami ini, tentu dapat terselenggara berkat kerjasama seluruh pihak yang terkait. Dimulai dari kemurahan hati para peserta acara kelas memasak untuk bekerjasama secara kelompok. Dengan tiga hingga empat orang peserta di tiap kelompoknya untuk menyediakan bahan yang akan diolah secara urun-urunan sesuai kemampuan masing-masing. Namun apabila ada grup peserta yang kekurangan bahan atau peralatan memasak, Chef Erlina dan saya akan membantu sebisa mungkin untuk mencukupi kebutuhan tiap grup masak.

Hingga Yayasan Rumah Piatu Muslimin dan Kepala Sekolah SDS Muslimin Ibu Khania yang bersedia tempatnya kami kunjungi beserta seluruh stafnya yang sungguh sangat membantu.

Ibu Listrya, Chef Erlina, Ibu Khania Kepala Sekolah SDS Muslimin dan saya. Foto milik: Ibu Khania.
Ibu Khania dan saya sedang membantu Chef membuka dus roti. Foto milik: Ibu Khania.

Diawali pagi hari yang cerah, peserta pertama yang hadir Ibu Listrya,  berikut berurutan Ibu Phie Phie, Ibu Heni  dan Ibu Holy menyiapkan bahan di meja grup masing-masing sambil menunggu anggota timnya datang. Sementara Chef Erlina dan saya menyiapkan peralatan memasak di meja masing-masing tim berikut bahan bumbu yang kami persiapkan untuk berjaga-jaga ada grup yang kekurangan.

Peserta pertama dari Grup 2 & 3. Foto milik : Penulis.
Memotong bahan fillet ayam. Foto milik : Ibu Khania.
Grup 1-4 sudah mulai mengolah bahan. Foto milik : Ibu Khania.

Chef Erlina menyediakan dua macam varian roti hasil bikinannya yaitu roti coklat dan roti keju.

Roti coklat dan roti keju buatan Chef. Foto milik : Penulis.

Ibu Neni Wiwin yang semula kami prediksikan tidak bisa hadir karena rumahnya terkena musibah banjir yang lalu pun tidak ketinggalan membawa pastel dengan saus kacang dan pisang molen hasil dapurnya. Semua untuk sarapan 12 orang  teman-teman Sahabat Misi yang turun ke meja masak hari ini.

Tepat jam 09.00 WIB acara dimulai. Saat itu langit masih cerah, acara kami selenggarakan di area terbuka sesuai tempat yang telah diberikan dari Yayasan, anak-anak di Yayasan tampak antusias mencari tahu menu apa yang akan kami buat dan suguhkan kepada mereka dalam jamuan makan siang bersama nanti. Ada beberapa yang benar-benar terlihat bakatnya ingin turut berpartisipasi memasak dan ada yang setia mendengarkan instruksi Chef atau dari peserta kelas.

Sesaat sebelum pindah lokasi baru. Foto milik : Ibu Khania.
Lokasi memasak yang baru. Foto milik : Ibu Khania.

Acara memasak baru saja dimulai langit tampak mulai menggelap. Akhirnya untuk mengantisipasi cuaca yang mungkin berubah  yaitu hujan dadakan, akhirnya kami semua berinisiatif memindahakan area memasak ke samping ruang kelas dan tempat mengambil wudhu. Semua peserta mengambil peran bergotong royong memindahkan meja dan peralatan serta bahan dibantu anak murid SDS Muslimin yang ada di tempat saat itu. Luar biasa ya.. tanpa instruksi semua seperti saling tahu isi pikiran satu dengan yang lain dan seolah mempunyai kelebihan dapat bertelepati. Dan kembali melaksanakan program memasak menu pertama. Sayang kami tidak ada satupun yang mengabadikan momment ini. Tentunya ya.. semua fokus menyelamatkan bahan dan peralatan memasak dari kehujanan.

Hasil olahan resep 1 dari 4 grup. Foto milik : Ibu Phie Phie.
Grup 4: Wakil dari Yayasan Pak Rachmat dan Ibu Khania beserta orang tua murid sedang mengolah menu pertama. Foto milik : Ibu Khania.

Acara memasak satu menu utama dan satu menu penutup berhasil dikerjakan sebelum target yang kami prediksikan yaitu pukul 11.00 WIB. Sambil menunggu anak-anak peserta jamuan makan dari Yayasan pulang dari Sholat Jumat.

Kami peserta berbenah dan mengambil bagian kami masing-masing ada yang membersikan alat memasak, ada yang menyapu area memasak, ada yang membenahkan bahan dan peralatan masing-masing yang dibawa. Ada yang mengumpulkan hasil dan menatanya di ruang area makan. Acara makan bersama kami mulai tepat pukul 12.30 WIB.

Sesaat sebelum makan siang dimulai. Saya, Ibu Khania dan Ibu Heni. Foto milik : Ibu Khania.

Ada sukacita melihat antusias anak-anak yang tak sabar mencicipi hasil olahan kami.  Mmm…siapa yang tidak tergiur ya, waktunya sudah pas ini untuk makan siang ditambah aroma nikmat dari suguhan ayam dan pudding yang disediakan dari kelas memasak beserta dengan sayur sawi dan semur tahu telor yang disediakan dari Yayasan ya..nikmatnya sudah terasa dilidah.

Sebagian dari anak tinggal di luar panti menikmati makan siang. Foto milik : Penulis.
Sebagian dari anak tinggal di luar panti menikmati makan siang. Foto milik : Penulis.

Semula kami berencana memasak untuk 50 orang. Dengan rincian 19 anak SDS Muslimin kelas 6 SD dimana sebagian dari mereka ada yang yatim, ada yang piatu atau yatim piatu dan tidak tinggal menetap di dalam panti tetapi tinggal di luar panti bersama kerabat mereka , hanya 1 dari peserta ini yang anak tinggal tetap di dalam panti, 15 guru dan karyawan panti, dan 12 peserta terdaftar dan 2 admin dari F4AI.

Namun pelaksanaannya di hari acara ada 3 peserta kelas masak Sahabat Misi kami yang telah turut berpartisipasi di dalam grup, tetapi tidak bisa ikut hadir karena memiliki tugas yang harus dikerjakan di tempat lain. Kepada Ibu Wari, Ibu Iib dan  Ibu Livina kami ucapkan banyak terima kasih. Berikut juga Sahabat Visi kami yang tidak dapat hadir namun turut membantu dari jauh Ibu Masda Raimunda dan Ibu Ellya kami ucapkan banyak terima kasih.

Sebagian dari anak tinggal di panti menikmati makan siang. Foto milik :Penulis.

Hari itu di acara perdana kami, kami berhasil menyajikan menu utama Ayam Goreng Crispy Oat Havermouth dan menu penutup Puding Choco Lava untuk 67 orang bahkan lebih, karena tepat sehari sebelum hari acara, kami mendapat kabar dari Ibu Khania ada 21 anak tinggal panti kelas 1-5 SD yang bisa turut merasakan jamuan makan siang bersama. Yay..betapa senangnya kami nambah anak yang bisa bergabung dengan kami karena ini sesuai harapan kami sejak semula, akhirnya target kami dapat terwujud.

Sebagian dari anak tinggal di panti menikmati makan siang. Foto milik :Penulis.

Saya betul-betul terharu melihat peserta kelas yang jauh-jauh mau datang dari Tangerang Ibu Sri dan Ibu Phie Phie yang tiba bahkan sebelum acara dimulai. Semangatnya perlu kita tiru ya pemirsa? Tidak lupa juga saya apresiasikan peserta lainnya yang rumahnya mungkin juga dibilang dekat tapi tidak terlalu dekat dengan lokasi, Ibu Diny, Ibu Eka Ambarsari, Ibu Neni Wiwin sungguh komitmen seluruh peserta kelas masak yang terlibat hari itu patut diacungin jempol dan diberi applaus. Saya bersyukur sekali diperkenalkan Allah dengan orang-orang yang positif dan punya semangat berbagi seperti ini.

Satu hal yang membuat saya terkagum adalah hasil olahan masakan hari itu bahkan hasilnya lebih dan bisa dinikmati warga lainnya dari Yayasan. Hebatnya peserta diperkenankan membawa kelebihan dari menu utama, tapi satupun tidak ada yang mengambil. Semua sudah mencukupi diri dari makan siang bersama dengan anak-anak di Yayasan dan benar-benar terlihat keiklasan dan memberi dari hati yang terdalam.

Foto bersama Sahabat Misi setelah makan siang bersama. Foto milik : Ibu Khania.

Mengapa kami adakan di hari Jumat? Mungkin ada yang bertanya mengapa kami adakan hari Jumat bukan di hari Sabtu. Kami memang semula ingin mengadakan di hari Sabtu. Ada 3 alasan untuk menjawab pertanyaan ini.

  1. Untuk dapat mengisi acara di tempat ini tentunya kami harus melihat kalender tamu, jangan sampai tanggal dan waktu yang kami tentukan itu ternyata sepihak atau sudah terpakai dengan tamu lain yang sudah lebih dulu mengisi acara di tempat ini. Sudah selayaknya tamu yang ingin bertamu konfirmasi terlebih dahulu kepada tuan rumah bukan? .
  2. Kami adakan acara di hari Jumat, dikarenakan untuk acara perdana kami ini kami hanya membutuhkan 12 peserta kelas memasak. Jumlah ini kami sesuaikan dengan berapa banyak peserta dari Yayasan yang dapat menikmati jamuan makan bersama kami. Misalkan peserta dari Yayasan ada 34 orang : 12 = 2,8 maka kami membutuhkan 3 grup peserta kelas memasak yang terdiri masing-masing grup 3-4 orang total 12 orang peserta. Mengapa kami batasi 4 orang agar urunan diantara masing-masing anggota tidak terbebani dalam membeli bahan. 1 grup ini memasak untuk 12 orang. Kali ini ada 4 grup memasak yang semuanya akan dipandu secara khusus oleh Chef Erlina maupun saya bila peserta memerlukan. Umumnya di acara kelas memasak Chef memiliki meja tersendiri, untuk mendemokan sebelum peserta kelas memasak secara mandiri. Dalam acara kita kali ini, Chef sendiri berjalan mengitari setiap meja grup dibantu oleh saya. Peserta masing-masing berkesempatan praktek dengan tangannya masing-masing. Dengan metode ini kami berharap peserta akan mengingat setiap detail proses memasak dan pengolahan bahan dan bisa mengulangnya di rumah untuk keluarga tercinta.
  3. Kami adakan di hari Jumat sesuai animo peserta yang melapor kesiapannya pada  tanggal lapor sejak hari pertama pengumuman acara, pada hari ketujuh dan minggu kedua. Dari sini dapat kita tarik garis kesimpulan sudah memenuhi 1/2 kuota dari panti atau  belum, dan dipikirkan mungkin tidaknya diadakan di hari Sabtu. Karena kami tidak ingin memenuhi keinginan peserta tapi membebani peserta pribadi lepas pribadi. Mau hari Sabtu harus siap bahan lebih banyak. Karena peserta jamuan di tempat ini keseluruhan ada 254 orang. Ini berarti di acara ini kita membutuhkan 110 peserta yang terbagi dalam 22 grup. Nah bila di hari Jumat saja ada yang mengundurkan diri karena terbebani masalah urunan pengadaan bahan, bagaimana mungkin dihadapi jumlah untuk hari Sabtu bukan? Kalau kami tetap adakan hari Sabtu, rasanya tidak adil bagi peserta yang sudah komitmen, tinggal tenang dan setia. Kasihan mereka, masa mereka yang menanggung akibat dari kepergian teman-teman yang  mengundurkan diri? 

Kami memahami teman-teman yang sudah terlanjur daftar dan masuk ke grup pra pelaksanaan namun mengalami hambatan atau  bahkan ada yang tidak tertarik lagi untuk ikut bergabung dalam acara ini dikarenakan ini acara amal  atau dirasa tidak membawa faedah karena sudah tahu ilmunya sehingga mundur di tengah jalan dan tepat sebelum hari acara diadakan. 

“Kuasa untuk memberi ada ditangan Anda sendiri”

Masih ada banyak kesempatan lain dan pintu kami selalu terbuka, bila teman-teman masih benar-benar mau dan komitmen menjadi perpanjangan tangan kasih Allah.

Sumber dari google images. Diambil oleh : Penulis.
Sumber dari google images. Diambil oleh : Penulis.

Percaya atau tidak 3 orang pengusaha kaya pernah mengisi acara Kick Andy berkata semakin mereka memberi semakin banyak berkat datang berlimpah kepada mereka. Mereka percaya hukum tabur dan tuai. Meski tidak semua dari mereka penganut agama Nasrani.

Ayat Alkitab tentang Hukum Tabur & Tuai. Sumber dari google images diambil oleh Penulis.

Mereka yang memberi ini bukan karena mereka sudah menjadi orang terkaya saat itu. Mereka memberi sejak ketika perekonomian mereka masih ada dibawah, karena hatinya ada kasih Allah dan digerakan Allah melalui hikmat Roh Kudus.

Memberi saat kekurangan. Sumber diambil dari google images oleh Penulis.

Saya sadari keadaan perekonomian saat ini disertai musibah banjir mungkin jadi hambatan beberapa Sahabat Misi yang hadir hari itu, tak terkecuali Saya pun merasakannya. Mungkin ada  tangis dan peluh yang dibungkus  rasa sukacita memberi yang lebih besar. Itulah fokus utama dan harapan yang memberi kami kekuatan untuk tetap maju sampai garis finish.

Memberi karena kami pernah kekurangan. Sumber dari google images diambil oleh Penulis.

Sebagai komunitas yang baru lahir. Kami tahu hambatan pasti ada, tapi kami lebih percaya Allah lebih berkuasa  dan percaya campur tangan Allah pun pasti ada. Ia pasti membantu kami mengatasi setiap hambatan yang mungkin ada, bahkan memberi solusinya. Dan benar kuasaNya terbukti di hari acara kemarin kemudahan dan mujisat terjadi, doa kami dijawab. Bagai peristiwa di Pernikahan Kanaan. Ada makanan dan minuman cukup bahkan berlimpah bisa dinikmati banyak orang dari komunitas yang kecil ini. Bisa dibilang acara perdana kami ini sukses meski hanya ditopang sedikit sekali orang. Sedikutpun kami tidak dipermalukan.

Kami penyelenggara sudah menjelaskan sejak awal mekanisme acara ini adalah urunan bahan dan peralatan. Mengapa kami adakan demikian? kami yakin siapapun yang terlibat dalam keberhasilan acara ini tidak perlu menunggu selepas acara pasti merasa terberkati. Dimulai dari berkat saudara baru, karena mereka bekerja sebagi satu tim, satu keluarga yang saling bahu-membahu. Disini keterampilan untuk berkomunikasi, berpikir, cara merasa, leadership, keperdulian, semangat untuk memberi, memecahkan masalah secara adil dan kekeluargaan, buah dari pertumbuhan iman dan sebagainya diasah. Banyak manfaat dan menjadi saluran berkat yang bisa diterima tiap pribadinya tanpa disadari. Kami berharap semoga event kami berikutnya makin banyak yang mau terlibat. Kami mendoakan terlebih dahulu setiap tangan yang menyisihkan sedikit dari penghasilan bulanannya, tenaganya, hati dan pikirannya untuk terlibat di event yang akan datang.

Selepas acara makan siang kami memberi empat bingkisan kecil buat peserta didik SDS Muslimin. Dua buah kotak pensil dari Sahabat Misi Ibu Wari dan Ibu Ellya,  dua buah tupperwear dari Sahabat Misi Ibu Diny dan dua dus agar-agar pun kami berikan kepada tiga peserta didik perempuan dan tiga peserta didik anak laki-laki yang dapat menjawab pertanyaan kuis dari kami atau Bu Khania kepala sekolah SDS Muslimin. Semoga pemberian kami yang sangat sederhana ini bermanfaat bagi anak-anak sebagi pemacu semangat belajar.

Hadiah games bagi peserta didik kelas 6. Foto milik : Penulis.

Acara perdana kali ini ada dua orang Sahabat Misi dan dua orang Sahabat Visi yang mempercayakan sejumlah dana, baik cash maupun transfer rekening, untuk kami kelola membantu penyelenggaraan program kerja kami yang pertama ini total dana yang kami terima adalah Rp.1.650.000,-  Dana yang sudah terpakai Rp. 485.300,-. Pertanggungjawaban pengeluaran sudah diberikan kepada donatur berikut bukti bon pembelian dan diketahui oleh anggota di komunitas untuk transparasi sebagai bukti kami amanah melakukan tugas kami. Berikut kami sertakan beberapa foto bukti fisik dan sesuai realita. Masih banyak bukti lainya yang kami tidak upload di sini.

Bon bukti pembelian dada ayam fillet. Foto milik : Penulis.
Bukti pembelian tabung gas kompor portable. Foto milik : Penulis.


Sisa dana akan kami alokasikan untuk menopang pengadaan alat masak dan bahan di acara kami berikutnya. Berikut juga sisa minyak goreng, tissue, piring , sendok dan  garpu plastik untuk makan di hari acara.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s