Komunitas Food For All Indonesia

Hi semua, salam sehat dan damai sejahtera.

Saat ini saya ingin sedikit berbagi cerita tentang Komunitas Food For All Indonesia.

Sekilas Tentang Komunitas Food For All:

Komunitas ini adalah komunitas non profit yang digagas oleh dua orang ibu rumah tangga. Penggagas utamanya adalah sahabat saya Ibu Erlina Susanto dan saya sendiri Ibu Belinda Kusumo yang mempunyai hobi yang sama yaitu memasak dan membuat kue. Kami mempunyai cita-cita yang sama yaitu membagi ilmu dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar sambil melakukan aksi sosial amal dan mentransfer energi positif bagi lingkungan sekitar.

Logo Food For All Indonesia. Foto milik : pribadi.

Bagaimana penemu komunitas ini bertemu?

Pertemuan pertama kami pada hari Sabtu, 24 September 2016 di sebuah supermarket di kawasan Cibubur. Saat itu saya bersama dua sahabat saya yaitu Ibu Lita Septyaningsih pemilik Kantin M tor M di Universitas Pancasila dan Ibu Mia Suhandi menjadi peserta kelas memasak dan menjadi satu tim yang kompak selama kelas memasak yang diajar oleh Chef Erlina Susanto. Karena kami semua sudah biasa masak dan bikin kue di dapur kami masing-masing sudah tentu kami bisa memasak cepat, kompak, rapih dan bersih. Ibu saya dahulu punya usaha resto, yang dijalani bersama kakak mama Grace Sompotan yang juga punya usaha pribadi cake dan pudding rumahan. Adik papa Arie Parikesit host acara tv Kelana Rasa setiap hari Jumat, jam 09.00 WIB di salah satu stasiun televisi swasta dan papa yang juga koki rumahan. Dikelilingi penikmat kuliner dan hobi masak, sudah tentu saya pun hobi berlama-lama di dapur dan berkarya untuk keluarga tercinta. Itu sebabnya saya hobi belajar masak atau baking kue.

Pertemuan saya dan Chef Erlina Susanto yang pertama kalinya. Foto milik : pribadi.
loka-24-sep-2016
Saya,2 sahabat saya, Chef Erlina Susanto dan peserta kelas memasak lainnya. Foto milik : Pribadi.

Dari pertemuan pertama ini berlanjut pertemanan hingga ke sosial media. Terima kasih Mba Lita yang sudah mengajak saya, tanpanya saya mungkin tidak punya kesempatan mengenal Chef Erlina Susanto.

Hingga suatu hari Chef Erlina Susanto melihat banyak yang meresponi baik ketika saya menang lomba. Mereka memberi ucapan selamat dan menyemangati saya di kolom komen postingan pengumuman lomba melalui e-flyer media elektronik tentang kemenangan saya pada lomba kaji buku “Kebahagiaan Yang Ku Tahu – karya Datuk Stella Chin”.

Saat itulah Chef Erlina Susanto terlintas ingat cita-citanya yang belum terealisasi yaitu keinginannya untuk berbagi ilmunya memasak kepada peserta kelas masak secara gratis sambil melakukan aksi sosial amal dan hasil olahan masakan kelas akan diberikan kepada anak-anak panti asuhan, atau orang tua yang tinggal di panti jompo dan daerah lainnya yang mungkin memerlukan bantuan. Dimana dalam acara ini Ia berharap dapat dilakukan lintas agama saling bahu membahu bekerjasama.

Ia ingat sayapun hobi masak, punya sejarah keluarga buka usaha kuliner dan aktif pelayanan di gereja.

Ia kemudian memberanikan diri untuk mengutarakan idenya dan mengajak saya bergabung bersama mewujudkan cita-cita kami yaitu membagikan ilmu masak yang kami punya.

Latar Belakang Program Kerja Aksi Sosial Amal Food For All Indonesia:

  1. Orang Tua adalah cikal bakal adanya setiap manusia terlahir ke bumi. Namun sayangnya tidak semua orang tua lanjut usia beruntung hidup dengan penuh kasih sayang anak-anak dan cucunya di usia tuanya. Sebagian ada yang hidup sebatang kara, ada yang sengaja memilih tinggal atau ditempatkan oleh anggota keluarganya di panti jompo karena mereka tidak dapat merawat. Jika ditanya apa kebutuhan mereka, rata-rata mereka hanya ingin rumah di mana mereka bisa tinggal bersama anak dan cucu mereka. Melihat mereka bertumbuh dan dikasihi oleh keturunannya tanpa syarat meski mereka mungkin merepotkan anggota keluarga dan keturunannya.
  2. Anak adalah generasi penerus bangsa. Bangsa yang memiliki generasi muda yang cerdas, bertanggung jawab dan memiliki keperdulian sosial yang tinggi adalah sebuah bangsa yang akan besar.
    Pendidikan yang diberikan di sekolah akan menjadi penunjang kecerdasan dan wawasan anak, sedangkan pendidikan moral dan akhlak dari orang tua akan membangun karakter bertanggung jawab dari dalam diri anak. Dan melibatkan Anak dalam kegiatan positif yang nyata bagi keperdulian sosial, akan membangun rasa keperdulian yang besar bagi sesama dalam diri mereka.
    Sayangnya tidak semua anak beruntung, beberapa di antara mereka kini tidak lagi mempunyai sosok orang tua yang utuh, mereka butuh figur pengganti peran ayah dan ibu mereka yang sudah tiada. Tidak sedikit mereka yang kehilangan kepercayaan diri dan memiliki masalah psikologis. Di sinilah peranan kita selaku orang tua dewasa dapat menjadi panutan bagi anak- anak kita untuk melibatkan diri dalam kegiatan positif yang nyata bagi kepentingan sosial sekaligus membangun rasa keperdulian yang besar bagi sesama dalam diri mereka.

 

Kapan Komunitas Food For All Indonesia ini lahir?

Pada hari Rabu, 16 November 2016 karena melihat komentar baik tersebut, akhirnya Chef Erlina memberanikan diri untuk menyampaikan wacana kepada saya melalui telewicara dan mengajak saya untuk bekerjasama membantunya mewujudkan impiannya. Tak disangka jawaban saya saat itu sesuai harapan Chef Erlina Susanto. Mendengar wacana yang dikemukakan beliau, saya sungguh bahagia. Bagaimana tidak, seorang Chef yang mengajak saya, suatu kehormatan bisa bekerjasama dengan beliau. Saya langsung menyambut baik dan menyatakan setuju bergabung ke dalam Komunitas yang digagas olehnya. Terima kasih Chef Erlina atas kesempatan yang diberikan dan kepercayaannya kepada saya.

Suatu sukacita luarr biasa bila saya dapat terlibat program aksi sosial amal ini karena keluarga saya sudah terbiasa melakukan pelayanan aksi sosial amal hingga ke berbagai pelosok baik itu dilakukan atas nama pribadi maupun ikut serta komunitas tempat ibadah yang terbiasa melayani lintas agama di mana saya dan keluarga saya bertumbuh dan berbuah di dalam iman.

Selain itu saya yang member Wajah Bunda Indonesia dan StarLadies Stellavingze Indonesia sudah terbiasa melihat Founder cantik dua komunitas positif ini beraksi sosial bagi-bagi berkat. Bagaimana tidak ikut positif ya, kalau lingkungannya sepositif ini? 😉 Terima kasih buat semua sumber inspirasiku, ibu kandungku yang sudah melahirkanku ke dunia Maureen Sompotan, Bunda Fiki Maulani Founder Wajah Bunda Indonesia, Datuk Stella Chin Founder Stellavingze dan seluruh jajaran stafnya di Stellavingze Indonesia, Mba Lita Setyaningsih yang berbagi ilmu di dapur dan sahabatku lainnya yang tidak bisa disebutkan satu persatu di sini, karena begitu banyak yang sudah memotivasiku dan menginspirasi jadi pribadi yang lebih baik.

Dengan minat yang sama inilah, akhirnya mereka menyepakati untuk mengadakan pertemuan pertama pada hari Selasa, 13 December 2016 untuk membicarakan lebih lanjut mengenai langkah apa saja untuk mewujudkan program kerja mereka, menyatukan misi visi mereka, persiapan administrasi yang transparan dan tercatat, menyepakati, mengantisipasi dan bersama mencari solusi yang kemungkinan datang seiring waktu. Jco Mall Artha Gading menjadi saksi sejarah kesepakatan kerjasama saya dan Chef Erlina Susanto. Masih teringat benar memori pertemuan hari itu saya sempat berkata kepada Chef, “Chef jadi ketua founder, saya jadi wakilnya ya.?” Saat itu jawaban Chef Erlina, ” Kita sama-sama Bu, posisi kita sejajar”.  Jadi kami berdualah Founder komunitas ini. Tidak ada satu yang lebih tinggi dari yang lain. Posisi kami sejajar karena kami bermitra.

Rapat Kerja Pertama Chef Erlina & Saya. Foto milik: Pribadi.

Pada hari Jumat, 27 Januari 2017 bertempat di Yayasan Rumah Piatu Muslimin, pertemuan mereka kedua untuk melihat tempat program acara dan kesiapan tempat ini untuk menerima program kerja kami yang pertama. Sayang kami lupa foto bersama saat itu.

Dari hasil pertemuan rapat dengan staf di sana, kami memperoleh data jumlah anggota yang dapat kami bantu beserta pilihannya. Setelah menimbang beberapa hal akhirnya kami dan pihak kedua menyepakati hari Jumat, 24 Februari 2017. Pukul 09.00-12.30 WIB di tempat yang sama adalah program kerja komunitas kami yang pertama.

Untuk tanggal lahir belum saya bicarakan dengan mitra kerja saya. Saya tunggu hikmat Allah saja yang terbaik jadi sesuai kehendaknya. Apakah itu tanggal 16,13, atau 24 seperti kebanyakan umumnya sebuah komunitas akan menandakan event pertamanya adalah hari lahir jadinya. Saya update segera ya.

Bagaimana pendanaannya?

Saat komunitas kami ini terbentuk benar-benar memulai dari nol. Kami berdua sepakat untuk mengeluarkan apa yang kami bisa khususnya itu menutup kekurangan dana di tiap event secara adil berdua atau sesuai kesanggupan bila salah satunya memang sedang masa prihatin. Belum ada bantuan dari pihak lain, belum ada bantuan sponsorship, tidak ada bantuan publikasi dari media cetak, televisi dan radio. Namun kami yakin berbekal dengan niat yang baik dan hati yang tulus, Allah pasti turut bekerja mendatangkan kebaikan dan mencukupi setiap kebutuhan kami tepat waktuNya.

Saat ini kami sadari banyak sekali yang kesulitan dalam masalah ekonomi daripada yang berkelimpahan, belum lagi musibah banjir ada di wilayah Jabodetabek dan wilayah lainnya di Indonesia. Kalau besok Jumat, 24 Februari 2017 dapat terselenggara program kerja kami yang pertama, itu semua karena kasih karunia dan anugrahNya. Juga karena kemurahan hati teman-teman Sahabat Misi yang turut partisipasi urunan membeli bahan dan menyediakan peralatan untuk mensukseskan acara ini meski dengan keterbatasan kami masing-masing.

 

Misi Food For All Indonesia :

  1. Memberikan kunjungan dan pelayanan kasih melalui kelas masak jamuan makan  bagi penghuni Panti Asuhan, Panti Jompo  atau tempat lain yang membutuhkan.
  2. Mentrasfer energi positif, bahwa berbuat kebaikan itu sangat membahagiakan dan menyehatkan batin dan jasmani.

Visi Food For All Indonesia :

Menjadi Komunitas Sosial Positif yang mandiri, profesional dan selalu siap dalam menjalankan pelayanan kemanapun kami ditugaskan Allah.

Kami, Sahabat Misi dan Sahabat Visi bermitra sebagai satu kesatuan dan keluarga.

Peserta kelas masak yang berpartisipasi menyumbang dan mensukseskan acara ini kami sebut Sahabat Misi. Berikut juga Pihak Kedua tempat acara diselenggarakan dan bersedia tempatnya menjadi tempat acara, dan bahkan mungkin membantu kami dengan fasilitas yang ada di sana kami panggil dengan sebutan Sahabat Misi.

Sementara para pihak ketiga yaitu pemberi sumbangan tetap dan tidak tetap, pemberi sumbangan peralatan masak dan sponshorship yang mungkin ada di kemudian hari akan kami panggil dengan sebutan Sahabat Visi.

Besar harapan kami kedepannya kami bisa mengapresiasi para Sahabat Misi dan Sahabat Visi kami dengan memberikan bingkisan kasih tanda terima kasih kami, mungkin dengan merchandise atau sertifikat meski mungkin tidak seberapa, tapi kami berharap itu bermanfaat buat yang menerimanya. Bagi yang menganggap ini penting, doakan ya kami bisa mewujudkannya.

Mungkin ada teman-teman yang punya bakulan rumahan, boleh juga loh ikut berpartisipasi berbagi hasil olahannya buat diberikan ke penghuni panti atau peserta kelas masak sebagai snack sarapan pagi.

Yang punya bisnis tas, pounch atau merchandise (seperti topi,kaos, dan payung) bisa juga support, nanti akan kami berikan buat kuis games atau hadiah reward buat Sahabat Misi dan Sahabat Visi atas keikutsertaannya yang sekian kali misalnya, nanti kita bicarakan bersama mekanisme ,syarat dan term conditionnya ya. Jadi akan kita sesuaikan. Kan produk teman-teman itu eksklusif. Harus kami apresiasi juga secara eksklusif.

Yang punya kendaraan angkut sedang tidak dipergunakan dekat lokasi yang bawa peralatan tempur mungkin suatu hari bisa bantu kami juga loading barang di lokasi acara luar kota.

Yang punya hobi foto atau sedang belajar fotography, monggo boleh ikut hadir, tapi wapri saya ya. Ada syarat dan ketentuan berlaku dari kami, seperti foto candid dan moment seperti apa yang kami butuhkan kita sesuaikan dulu ya. Kalau disepakati baru tenggo.

Semua yang terlibat akan Belinda masukan nanti dalam liputan acara, sebelum dan sesudah event di blog dan media sosial.

 

Mekanisme Penyelenggaraan Acara:

  1. Setiap event akan kami infokan di Facebook Saya dan Fanpage Komunitas Food For All Indonesia, Twitter dan Instagram. Tujuannya: bukan untuk riya, tapi untuk mentransfer energi positif yaitu berbagi kasih dan melayani dari hati.
    Tiap program kerja peserta kelas memasak akan belajar sedikitnya dua hingga tiga resep.
  2. Bahan dan alat memasak akan dibawa oleh para peserta tiap grup secara kolektif. Seperti membawa makanan buat acara kelas anak di sekolah atau arisan (sistim pot luck). Tujuannya agar kemampuan berdiskusi dan memecahkan masalah semakin terampil. Bonusnya nambah saudara silahturahmi langgeng senantiasa.
  3. Panti yang akan dikunjungi itu adalah Panti Asuhan atau Panti Jompo (sementara ini dulu,semoga kedepannya bisa menjangkau tempat lain yang membutuhkan uluran tangan kasih kita).
  4. Tiap acara jumlah peserta terbatas. (Peserta mohon lihat tempat,tanggal, bahan dan peralatan sebelum mendaftar & diharapkan komitmen kehadirannya)
  5. Peserta akan dibagi perkelompok 3-5 orang per grup. (Tergantung jumlah kuota penghuni Panti yang dibantu). 1 grup akan memasak untuk 12 orang. Bila animo pesertanya sedikit, maka kami akan mengambil sebagian kecil dari kuota penghuni. Sedih ya tidak bisa bantu semuanya. Itulah besar harapan kami ada banyak orang yang mau terlibat sesuai kuota yang memerlukan bantuan.
  6. Karena hasil olahan peserta kelas memasak akan dibagikan ke penghuni panti, rasanya tidak adil ya kalau peserta sudah lelah memasak tidak ikut makan siang bersama, dari bahan yang mereka sumbang dan sediakan secara kompak sesama rekan segrupnya itu. Maka kami putuskan bahan yang diolah itu juga bisa dinikmati oleh peserta. Hari gini mana ada ya yang jauh-jauh datang sudah lelah tidak ikut makan nanti kami diprotes, kecuali yang bersangkutan memang sedang menjalani ibadah puasa, maka kami perkenankan tidak turut mencicipi hidangan dan bisa segera meninggalkan tempat acara. Snack pagi pun kami berusaha sediakan.
  7. Bagi yang tidak bisa ikut acara di hari H, tetapi ingin turut berpartisipasi. Kami terbuka untuk menerima sumbangan berupa bahan olahan atau peralatan masak. Tapi mohon maaf karena kami ini sifatnya non provit. Sumbangan uang cash akan kami arahkan ke pengadaan bahan atau peralatan memasak, untuk menghindari hal yang tidak kami inginkan.
  8. Yang bisa hadir di tempat acara adalah hanya peserta kelas yang sudah terdaftar dan komitmennya sudah nyata. Yang tidak daftar mohon maaf tidak bisa ikut hadir, mengingat peserta kelas sudah secara kolektif urunan bahan dan peralatan masak. Rasanya tidak adil ya kalau hari H. Tahu-tahu ada yang datang, baik itu untuk meliput acara tanpa konfirmasi ke saya selaku admin, maupun yang mau ikut dadakan meski sudah bawa bahan dan dana urunan mohon maaf admin dan Sahabat Misi yang sudah terdaftar tidak bisa menyetujui keikutsertaannya karena keterbatasan peralatan yang sudah dipersiapkan masing-masing kelompok jauh hari sebelum hari H. Dan mengingat kami ini bertamu ke rumah orang (Panti) yang mungkin membatasi kunjungan. Nanti mau masak pake apa kalau alat masaknya tidak ada? Kembali ke jaman batu deh hehehe (intermezo).
  9. Untuk peserta yang sudah daftar , sudah dimasukin ke WaGrup sementara, mohon kerjasama update sesuai periodik yang disepakati ke admin ya juga ke grup leadernya. Jangan jadi silent reader, kalau tiba-tiba merasa keberatan di urunan bahan atau alat dan ada acara lain, tidak jadi ikut jangan sungkan Wapri admin atau nyatakan di grup. Supaya bisa segera kuotanya diisi peserta lain yang di waiting list. Admin dan teman-teman lain yang sudah siap jangan dibuat bingung, harap-harap cemas dan jangan di PHP’in (Pemberi Harapan Palsu) bagaikan kami ini JoNes (Jomblo Ngenes) .

Kiranya Allah memberkati lebih dulu setiap tangan yang memberi dan setiap tenaga yang berpartisipasi. Juga para pendukung di dalam doa, amin.

Mengapa komunitas ini memiliki media sosial dan memberitakan program kerja mereka dalam media sosial mereka?

Media sosial adalah sarana paling cepat, praktis dan dianggap tepat saat ini sesuai perkembangan jaman era digital. Karena sudah banyak dari jumlah penduduk di Indonesia yang sudah menggunakan telepon genggam pintar dan paham menggunakan aplikasi media sosial.

Kami berharap peserta kelas memasak kami di tiap program kerja itu berbeda. Karena tiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan melayani (berbagi kasih).

Kami juga berharap suatu hari tiap daerah di Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk kami kunjungi dan bantu.

Bila sebelum dan selepas acara kami memberitakan di media sosial kami, ini semata tidak ada maksud riya. Kami hanya ingin berbagi informasi untuk membantu masyarakat umum dan institusi perusahaan yang mungkin memerlukan info serupa untuk aksi sosial amal mereka dan kami percaya setiap aksi sosial amal yang positif itu akan menularkan hasil yang positif terhadap lingkungan sekitar.

Di mana letak kantor administrasinya?

Karena Komunitas kami ini belum berbentuk Yayasan, sementara ini kami belum memiliki gedung bangunan administrasi sendiri. Kami masih menggunakan alamat rumah tinggal saya di Jl. Pondok Kopi Raya Blok D 1 No.3, Rt 004/Rw009, Kelurahan Pondok Kopi, Kecamatan Duren Sawit untuk keperluan surat menyurat dan sebagai posko pengiriman bahan dan kebutuhan peralatan memasak. Kami memanfaatkan fasilitas seadanya milik kami yang memungkinkan untuk dipergunakan. Semoga suatu hari seiring perkembangan waktu kami bisa memiliki tempat administrasi tetap yang lebih layak.

Meski demikian dalam setiap gelar program kerja dari semula kami sepakat untuk mempertanggungjawabkan setiap hal yang berkaitan dengan administrasi seperti:

  1. Setiap pemasukan dan pengeluaran dana pribadi maupun dari Sahabat Misi dan Sahabat Visi, secara transparan dan tercatat. Diketahui Sahabat Misi yang turut andil pada tiap event.
  2. Setiap meeting log dan notulen rapat baik internal maupun eksternal dengan pihak kedua tempat acara diselenggarakan dan pihak ketiga yaitu donatur atau sponsorship di kemudian hari.
  3. Setiap serah terima barang masuk dan keluar di lokasi acara dan tempat serah terima bantuan dari Sahabat Misi diserahkan di hadapan Sahabat Misi langsung.
  4. Dan berbagai administrasi umum lainnya.

Hidup kita akan berarti bila kita bisa bermanfaat dan menjadi sejarah dalam penabur kebaikan dan bahkan menginspirasi kebaikan.

Mau bergabung dan terlibat dalam aksi socialnya Food For All Indonesia yang akan datang?

Yuk ikut dan kepoin:

Fanpage Facebook: @FoodForAllIndonesia

Twitter: @Food4allIndo

Instagram:@foodforallindonesia.

Terima kasih sudah mampir ke blog saya yang masih sangat sederhana ini. Dengan senang hati saya menerima masukan, supaya blog ini bisa makin bermanfaat dan eye catching liputannya. Kegemaran saya yang senang belajar akan bermanfaat bila teman-teman berbesar hati berbagi dan dan tentunya saya berbagi kembali ilmu yang didapat kepada yang membutuhkan (pay it forward). Adalah keberhasilan bagi seorang guru bila kelak muridnya berhasil meraih prestasi berbekal didikan dari sang guru namun tetap rendah hati. Amin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s