Makanan Rumah, The Silent Killer? 

Hi semua, Salam sehat dan damai sejahtera! 

Kembali Belinda meliput acara yang saya hadiri kemarin. Undangan ini saya dapat melalui Bunda Fiki Maulani Founder Wajah Bunda Indonesia komunitas yang saya ikuti.

Undangan e-flyer. Foto milik SunCo.

Melihat topiknya “Makanan rumah, the silent killer?” Saya tergerak untuk mencari tahu apakah benar bisa ya..sementara sebagai ibu rumah tangga saya ingin anak saya itu makan makanan rumah yang sehat untuk tubuhnya di masa depan. 

Bukan Jakarta namanya kalau tidak macet ya, Saya berangkat dari rumah sudah sengaja menyiapkan waktu 2,5 jam lebih awal. Untunglah saya tiba 17 menit sebelum pukul 11.00 WIB. Dan pintu Ballroom belum juga dibuka. 

Meja penerimaan peserta Simposium. Foto milik pribadi.

 

Saat saya datang beberapa teman blogger tamu undangan sudah banyak yang hadir sementara teman dari komunitas WBI baru seperempat kuota. 

Catering sedang persiapan begitu juga staf sponsor acara sedang menyiapkan banner, display produk, dan spot untuk pers converence. 

Tepat pukul 12.00 ballroom dibuka. Setelah menempati tempat duduk kami dipersilahkan untuk menikmati jamuan makan siang dari SunCo sponsor acara. Setelah kami makan siang, tepat jam 13.20 MC hari itu Mba Tata mengadakan games selfie terbanyak selama 30 detik dengan peserta Simposium untuk memeriahkan suasana sebelum masuk pada topik utama hari ini, games yang dimenangkan salah satunya dari teman komunitas WBI Mpok Jupe. Yay..Selamat yah Mpok. 

Narasumber pertama hari ini adalah Bapak Dr. Entos Zainal,DCN,SP,MPHM Persatuan Ahli Gizi Indonesia. Beliau akan berbagi pengetahuan dengan topik bahasan “Gizi Kunci untuk Menciptakan Anak Cerdas”.

Dr. Entos Zainal,DCN,SP,MPHM Persatuan Ahli Gizi Indonesia. Narasumber pertama. Foto milik penulis.

Majalah Times pernah merilis artikel mengenai “Bagaimana sembilan bulan pertama dapat membentuk masa depan kehidupan”. 
9 bulan pertama pembentuk masa depan, majalah Times. Slide milik Dr. Entoz Zailani.
 

Gizi sangat berperan dalam proses pertumbungan dan perkembangan otak. 

Peran dan sumber gizi bagi tubuh. Foto milik penulis dari slide Dr.Entos Zainal DCN,Sp.MPHM.
 

Zat gizi yang diperlukan tubuh terdiri dari: 

  1. Zat Gizi Makro : Energi,Protein dan Lemak. 
  2. Zat Gizi Mikro : Vitamin dan mineral. 

Sumber energi terkandung pada Karbohidrat,Protein dan Lemak. 

Protein itu zat pembangun.

Vitamin dan mineral untuk kekuatan. Khususnya vitamin A,D,E,dan K. Untuk bisa vitamin ADEK, bisa terserap ke tubuh kita butuh lemak atau minyak sebagai transporternya. 

Vitamin A berguna untuk daya tahan tubuh. Salah satu kandungan Vitamin A itu Beta Caroten berfungsi untuk penangkal radikal bebas. Beta caroten tertinggi bisa kita dapati di Ubi Jalar merah yang digoreng.

Gambar dibawah ini adalah kebutuhan kecukupan perhari:

Sumber Energi. Foto milik penulis dari slide Dr.Entos Zainal,DCN,Sp.MPHM.
 

Dampak kurang gizi pada awal kehidupan terhadap kualitas SDM:

  1. Bentuk tubuh tidak proposional. 
  2. Perkembangan kognitif terlambat. Itu salah satu penyebab tenaga kerja Indonesia tidak seunggul tenaga kerja asing. 
  3. Pada usia dewasa 30 tahun sudah sakit-sakitan. Ada ganguan metabolik dan mudah terkena PTM.
Dampak Kurang Gizi pada awal pertumbuhan terhadap kualitas SDM. Foto milik penulis dari slide Dr.Entos Zainal,DCN,Sp.MPHM.

Melalui gizi yang tercukupi sejak janin masih dalam kandungan, perkembangan kesehatan anak itu di usia 20 tahun kedepan umumnya akan sehat bebas penyakit degeneratif. 

Masa Emas dan Kritis pertumbuhan dan perkembangan anak dimulai sejak bayi dalam kandungan hingga anak usia 2 tahun. 

Ibu hamil yang menderita anemia umumnya anaknya memiliki IQ poin kurang 5% dari anak-anak yang lahir dari ibu yang tidak menderita anemia.

Sel syaraf yang lengkap. Foto milik penulis dari slide Dr. Entos Zainal DCN,Sp.MPHM

Besar masa otak yang berkembang sejak anak lahir sampai dewasa dapat jadi tolak ukur adanya kecukupan gizi atau tidak. 

Pertumbuhan otak sesuai usia. Foto milik penulis dari slide Dr. Entos Zainal DCN,Sp.MPHM.

Itu sebabnya, penting sekali sejak dalam kandungan tercukupi gizi makro dan mikro serta adanya stimulasi sebab 30% sel syaraf begitu lahir sudah terbentuk. 

Transmisi Bio Elektrik di Sinab. Foto milik penulis dari slide Dr.Entos Zainal DCN,Sp.MPHM.

Gambar diatas memperlihatkan pergerakan data pada sel syaraf yang terus menyimpan data pada bank memory. Untuk membuat sel membelah diri butuh energi.

Pengaruh Gizi Makro pada pertumbuhan sel syaraf. Foto milik penulis dari slide Dr.Entos Zainal,DCN,Sp.MPHM.

Gambar di bawah menjelaskan: Semakin banyak sel syaraf yang bercabang makin pintarlah seseorang karena mampu menyerap informasi melalui panca indera yang didukung melalu gizi yang tercukupi. 

Pembentukan sel syaraf lebih lanjut. Foto milik penulis diambil dari slide Dr.Entos Zainal DCN,Sp.MPHM.

Stimulasi sejak dalam kandungan melalui memperdengarkan musik klasik dan bacaan rohani, juga berperan akan perpecahan sel yang semakin banyak dan berpengaruh terhadap kecerdasan anak. Sel yang tidak distimulasi akan berkembang tidak beraturan. 

Kesimpulan: Dari dalam kandungan sebenarnya sudah bisa diprediksi masa tua kita akan sakit apa berikut generasi kita. 1000 hari pertama kehidupan itu sangat penting untuk membentuk generasi penerus kita. Asupan gizi, vitamin dan mineral yang  cukup. 

———-###————-

Narasumber kedua kita hari itu adalah Ibu Theresia Irawati,SKM,M.Kes. Beliau akan membagikan info tentang “Gula,Garam,Lemak dan Germas”.

Ibu Theresia Irawati,SKM,M.Kes. Narasumber kedua. Foto milik penulis.

Beliau membuka sesinya dengan bertanya kepada peserta simpsosium, berapa banyak dari kami yang naik tangga menuju Balroom tempat acara diadakan. Hampir semua naik lift. 

Tahukah dalam 30 tahun terakhir bukan saja Penyakit Menular yang masyarakat kita wajib khawatirkan, tetapi Penyakit Tidak Menular (PTM) harus dicegah. 

Penyakit Menular dan Tidak Menular. Foto milik penulis dari slide Ibu Theresia Irawati,SKM,M.Kes.

Itulah gaya hidup masa kini yang ingin semua serba praktis dan cepat. Konsumsi makanan cepat saji, kemasan dan frozen food tanpa diimbangi olahraga berdampak  pada kesehatan masyarakat beberapa tahun terakhir. 

Faktor Penybab PTM. Foto milik penulis dari slide Ibu Theresia Irawati,SKM,M.Kes.

Kurang aktifitas fisik menyebankan kegemukan, kurang konsumsi buah dan sayur menyebabkan sembelit pada saluran cerna, minuman berakohol mengakibatkan kecelakaan pada  pengemudi kendaraan bermotor, merokok mengalibatkan kanker paru-paru, dan masih banyak lainnya.

Resiko PTM. Foto milik penulis dari slide Ibu Theresia Irawati,SKM,M.Kes.

Berdasarkan data yang dihimpun angka kematian dan penyakit masyarakat di Indonesia umumnya berasal dari pemakaian gula, garam dan lemak. 

Data kenaikan konsumsi gula,garam dan lemak pertahun. Foto milik penulis slide dari Ibu Theresia Irawati,SKM,M.Kes.

Batas aman pemakaian atau konsumsi gula, garam dan lemak untuk masyarakat Indonesia sudah diatur oleh Pemerintah kita untuk menjaga kesehatan masyarakat.

Batas aman pemakaian gula,garam dan lemak. Foto milik penulis dari slide Ibu Theresia Irawati,SKM,M.Kes.
 

Perlu disadari pemakaian gula, garam dan lemak berlebih beresiko:

Resiko Gula,Garam & Lemak berlebih. Foto milik penulus dari slide Ibu Theresia Irawati,SKM,M.Kes.
Mencegah PTM dengan Germas. Foto milik penulis dari slide Ibu Theresia Irawati,SKM,M.Kes.

Apa saja sih bentuk kegiatan GerMas itu? 

Bentuk kegiatan GerMas. Foto milik penulis dari slide Ibu Theresia Irawati,SKM,M.Kes.
Aktifitas fisik GerMas. Foto milik penulis dari slide Ibu Theresia Irawati,SKM,M.Kes.
 

Aktifitas tersebut dapat dilakukan dimana saja minimal 30 menit dua kali seminggu. Dan jangan lupa konsumsi buah dan sayur.

Jangan lupa periksa kesehatan minimal 6 bulan sekali.

Periksa Kesehatan per 6 bulan sekali. Foto milik penulis dari slide Ibu Theresia Irawati, SKM,M.Kes.
GerMas hidup sehat. Foto milik penulis dari slide Ibu Theresia Irawati,SKM,M.Kes.
 


——–###——–


Narasumber kita ketiga hari itu adalah Ibu Tirta Prawita Sari. Beliau akan berbagi informasi tentang: “Penyakit tidak menular, faktor resiko yang mempengaruhinya serta cara pencegahannya”.

Ibu Tirta Prawita Sari, narasumber ketiga. Foto milik penulis.
 

Akibat stress,gaya hidup yang buruk, salah diet dan kurang aktifitas menyebabkan Obesitas.

Kehidupan berevolusi. Foto milik penulis dari slide Ibu Tirta Prawita Sari.
Literatur yang membahas Obesitas. Foto milik penulis dari slide Ibu Tirta Prawita Sari.
Indonesia diantara masyarakat di Asia Tenggara. Foto milik penulis dari slide Ibu Tirta Prawita Sari.
PTM penyebab 77% kematian di Indonesia. Foto milik penulis dari slide Ibu Tirta Prawita Sari
Penyebab kematian di Indonesia. Foto milik penulis dari slide Ibu Tirta Prawita Sari
Faktor penyebab kematian bisa dimodifikasi. Foto milik penulis dari slide Ibu Tirta Prawita Sari.
Makanan penyebab PTM. Foto milik penulis dari slide Ibu Tirta Prawira Sari.
 

Pola makan yang beresiko teradap PTM adalah yang tinggi lemak trans, tinggi gula atau karbohidrat,  tinggi garam dan kurang serat.

Menurut Ibu Tirta, meski megara telah mengatur batas maksimum konsumsi lemak. Ia berpendapat kebutuhan  lemak tiap orang tidak sama pada setiap orang.

Penelitian membuktikan, lemak jenuh tidak ada kaitan dengan penyakit jantung. yang ada itu lemak sintesis yaitu lemak trans. 

Beda Lemak Jenuh dan Lemak Trans. Foto milik penulis dari slide Ibu Tirta Prawira Sari.

Oleh karenanya  di Amerika Serikat saat ini tidak lagi membatasi asumsi lemak. Tapi membatasi gula dan garam. 

Batasi Lemak Trans. Foto milik penulis dari slide Ibu Tirta
Perbedaan Lemak Jenuh dan Tak Jenuh. Foto milik penulis dari slide Ibu Tirta
Penelitian menyatakan Lemak Jenuh tidak ada kaitan dengan penyakit kardio vaskuler. Foto milik penulis dari slide Ibu Tirta.
Berbagai hasil riset mengenai hubungan lemak jenuh dengan penyakit kardio vaskuler. Foto milik penulis dari slide Ibu Tirta.
Sumber lemak trans pada makanan kita. Foto milik penulis dari slide Ibu Tirta.
 

Tahukah sumber lemak trans pada makanan kita itu spaling banyak terdapat pada Bakery dan makanan penutup.

Lemak Trans. Foto milik penulis dari slide Ibu Tirta.

Lemak trans tertinggi ada pada bentuk mentega putih yang banyak dipakai pada pembuatan kue dan pastry. 

Cara menghindari lemak trans. Foto milik penulis dari slide Ibu Tirta.

Perhatikan label  kemasan minyak dan makan kemasan siap makan yang akan kita beli, meski tertulis Trans fat  0g, tapi bila di keterangan bahan ada tertulis Partially hydrogenated vegetable oil atau hydrogenated oil itu adalah mengandung Lemak trans. 


———-###———

Sebagian besar kita mungkin berasumsi bahwa mengkonsumsi menu masakan rumahan lebih sehat dari masakan luar rumah. Tetapi ternyata tidak selamanya makanan rumah itu baik loh, banyak yang membuat masakan rumah dijuluki The Silent Killer, salah satunya dalam hal pemilihan minyak goreng. 
Saat ini masih ada persepsi di masyarakat yang berpendapat bahwa semua minyak goreng itu sama. Sehingga banyak yang memilih minyak dengan harga terjangkau tanpa kemasan.
Pada dasarnya minyak diperlukan dalam gizi yang seimbang. Lemak atau minyak yang terdapat dalam makanan berguna untuk meningkatkan jumlah energi, membantu penyerapan vitamin A,D,E dan K serta menambah lezatnya hidangan. 
Ibu Mulia Wijaya, Deputi Marketing Manager Sunco melihat masyarakat sering kali menganggap minyak goreng adalah hal yang tidak berbahaya. 
Untuk terhindar dari penyakit berbahaya :

 1. Jangan gunakan minyak secara berulang-ulang. Jika minyak sudah berubah warna akibat sisa makanan sebaiknya ganti dengan minyak yang baru. Penggunaan minyak goreng yang berulang-ulang1 dalam menggoreng bahan itulah yang membuat masakan rumahan bisa berpotensi menjadi The Silent Killer. 
2. Hindari penggunaan suhu terlalu panas saat mengolah bahan masakan. Karena suhu yang terlalu panas dapat membentuk radikal bebas yang merusak kesehatan dan merusak kandungan vitamin dalam minyak goreng.
Kelebihan lemak akan menyebabkan obesitas dan penyakit degeneratif, seperti kanker, penumpukan lemak di hati, dan yang paling populer yaitu jantung koroner. 
Kandungan lemak yang masuk ke dalam tubuh harus dijaga betul. Bagaimana caranya? Gunakan minyak goreng baik yang dikit nempel di makanan.
Ciri-ciri minyak goreng yang baik: 

1. Warnanya bening. 

Memiliki tingkat kekentalan yang menyerupai air

2. Tidak mudah beku. Ini berarti mempunyai kandungan lemak jenuh yang lebih sedikit. 

3. Rasanya seperti air

4. Dikit nempel di makanan

5. Tidak serik di tenggorokan
Kesimpulan: Sumber penyakit dari makanan oleh sebab itu gunakan minyak yang baik dan dikit nempel seperti Sunco supaya terhindar dari penyakit degeneratif.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s