Combining Technology, Business and Financial.

Hi semua, Salam sehat dan sejahtera. 

Setelah membaca buku UNSTOPPABLE Hopes (A Guide Book for The Wrong Faculty Students) yang lalu. 

Saya terinspirasi quote di halaman 19, “Ketika kamu belajar sesuatu di luar yang sudah kamu kuasai, berarti kamu sedang bertumbuh” 
Dari masa kecil saya suka sekali belajar apapun. Pikir-pikir, bidang apa yah yang saya belum kuasai diluar bidang akademis saya? 
Berkat postingan update status teman di wall Facebooknya saya tahu informasi tentang Kelas Bisnis Gratis. Jumat, 20 Januari 2017. 19.00-21.00 WIB. Tema “Combining Technology,Business and Financial” dan hari kedua Sabtu,21 Januari 2017. 13.00-16.00 WIB tema “Retail Strategy for E-Commerce Platform”. Pikir-pikir lagi deh, pergi tidak ya? 

Lagi-lagi saya teringat quote masih dari buku yang sama di halaman 43, “Don’t think too much,just do it!” – Nila Tanzil. 

Berbekal ijin dari suami tercinta dan pertimbangan kesempatan seperti ini dahulu tidak bisa saya dapati ketika masa kuliah, tergeraklah saya untuk mengikuti kelas ini (ya eyalah Siapa juga yah ibu-ibu yang tidak suka gretongan hi hi hi). 
Dengan modal nekad dan pede, meski tidak tahu materi apa yang saya bakal dapati nanti. Sampailah saya di tempat acara. Pake acara terlambat lagi (memalukan, belum pernah saya datang ke acara apapun itu terlambat. Biasa datang minimal 30 menit – 15 menit sebelum acara di mulai). 

Posisi modis pertama. Foto milik Pribadi.

Buru-buru registrasi kehadiran dan masuk ke kelas. Cari posisi modis, dan berusaha menyimak presentasi

Begini suasana kelas. Foto milik pribadi.
Dan eng ing enggg… itu bahasa baru banyak nongol,dalam hati : “Waduh harus segera cari tahu ini setelah kelar acara.” Alarm: PR untuk update pengetahuan. Rasa-rasanya mau pinjam alat Doremon. He he he.

Ngerti tidak ngerti, fokus dulu Belinda, jangan menyerah, semangat! Begitu saya membesarkan hati saya. 
Dari kelas hari ini Saya menerima pelajaran: 
1. Ciptakan peluangmu sendiri. 
Jelilah melihat peluang bisnis dari permintaan pasar di sekitar kita. Ide bisnis itu ada di depan mata kita. 

Teguh B. Ariwibowo- Founder Pinjam.co.id salah satu pembicara yang tidak bisa hadir saat itu, diwakilkan melalui stafnya, Vivin Noviyani – CFO Head of Finance and Strategy di Pinjam.co.id. 
Mendapat ide bisnisnya dari melihat keadaan seorang ibu di sebuah desa yang pada pagi hari pinjam uang ke rentenir sebesar seratus ribu rupiah dan sore dia mengembalikan uang yang dia pinjam beserta bunganya menjadi seratus lima puluh ribu rupiah. Dia berpikir, wow itu bunganya cukup besar,tergeraklah Ia untuk mengedukasi ibu itu. Ia bertanya: 
1.”Ibu pinjam ke rentenir untuk keperluan apa?” 

2. “Ibu melakukan cara ini untuk keperluan satu kali atau setiap hari?”

3. ” Mengapa ibu tidak pinjam uang di koperasi atau ke bank?”  

Dari rentetan pertanyaannya, Ia diberitahu ibu itu kalau meminjam ke Koperasi, tidak ada dana untuk mencukupi kebutuhan bulanannya seluruh warga desa yang berbeda-beda. Sementara untuk bisa mendapat pinjaman ke bank, terlalu lama prosesnya. Ntuk proses penhajuan butuh satu minggu. Untuk mendapatkan dana secepatnya baru satu bulan kemudian. Sementara untuk bisa dapat pinjaman ke bank Ia harus pergi ke bank terdekat yang hanya berada di kabupaten. Dan harus memenuhi persyaratan yang salah satunya adalah rekening bank yang bersangkutan. Ia tidak punya itu tapi Ia punya uang cash dan kepingan emas yang Ia simpan di bawah tempat tidurnya. Di sinilah Teguh B. Ariwibowo timbul ide untuk membuka bisnis jasa keuangan lewat aplikasi teknologi. Dengan dasar pertimbangan, semua orang bahkan hingga ke pelosok daerah sudah bisa menggunakan aplikasi sosial media minimal Facebook hanya berbekal jaringan internet dari setiap sim catd provider yang tiap orang gunakan dalam telepon selularnya.

(Kiri) Brian Marshal, (tengah) Vivin Noviyani dan Mc. Foto milik pribadi.

Sementara pembicara kedua, Brian Marshal Founder and Chief Executive SIRCLO. Membangun bisnisnya untuk membantu para startup (pengusaha baru) yang ingin memulai bisnisnya bukan saja secara offline tapi juga ingin secara online namun tidak tahu bagaimana membuat websitenya. SIRCLO hadir membantu membuat website yang mudah bagi penggunanya. 
2. Pebisnis yang bisa menyeimbangkan bisnisnya secara offline dan online umumnya dapat bertahan dari pesaingnya. – Brian Marshal.
3. Lakukan bisnis sesuai bidang passion (minat) kita – Vivin Noviyani. 

Teguh B. Ariwibowo ingin sekali dapat membantu petani-petani di daerah, bisa mendapatkan pinjaman lebih cepat dengan bunga yang lebih murah. 

Kesimpulan kelas hari pertama: 
Era sekarang ini pertumbuhan e-commerce menuntut pebisnis untuk bisa memajukan bisnisnya bukan saja sekedar jualan offline tapi harus mampu bersaing dan maju sesuai kebutuhan jaman yaitu siap terjun ke dunia online tapi harus pandai juga atur stategi keuangannya. 

Untuk para ayah bunda yang putra putrinya mengeyam pendidikan kuliah, khususnya di bidang IT dan Bisnis bagus banget nih diarahkan putra atau putrinya untuk menghadiri kelas ini. Tiap bulan ada dua kelas. 

Kalau saya yang ibu-ibu saja merasa bermanfaat, semoga putra atau putri ayah bunda juga bisa merasakan manfaatnya. 

Sambung besok untuk liputan hari kedua ya. 

Penulis blog wefie bersama pembicara hari ini. Foto milik pribadi.

#allbyHISgrace #praisethelord #ibuhausilmu #memberWBImencariilmu #banggajadiWBI #banggajadiStarladies

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s